ADITAMA CUP | Galara Tersingkir, Wasit Minta Dievaluasi 

- Periklanan -

DUEL : Striker Aditama A Rey (kiri) bekerja keras saat berlaga di Aditama Cup II, Selasa (7/2). (Foto: Mugni Supardi)

PALU – Berakhir sudah penantian PS Galara Utama menjadi kampiun Piala Aditama Cup II 2017. Tim besutan Alamsyah itu, menjadi tim pertama yang tersingkir di babak 16 besar, usai menelan kekalahan menyakitkan skor 1-2 dikalahkan oleh Aditama A, Selasa (7/2) kemarin.

Di laga super ketat dan keras yang berlangsung di lapangan Aditama Bahari 99 Lere kemarin, wasit Muchtar menjadi sorotan publik, terutama dari pendukung PS Galara Utama. Pasalnya ada beberapa keputusan yang dianggap kontroversial, yang berujung merugikan pemain-pemain Galara.

Di babak pertama PS Galara Utama, memang tampil brilian bahkan mampu unggul lebih dulu lewat gol yang dicetak oleh Muh Hasse, di menit ke-17. Skali individu eks pemain Celebest FC itu, mampu terlepas dari kawalan bek Aditama A Lucky, dan diteruskan dengan sepakan jungkal tak mampu dihalau penjaga gawang Tri Jaya.

Lain halnya di babak kedua, saat itu Muh Hasse sudah ditarik keluar digantikan oleh Sandy. Ricky W yang menggantikan peran Muh Hasse di lini depan, mampu berjalan baik di menit-menit awal babak kedua.

Ricky W atau Ale, berhasil menggandakan keunggulan di menit ke-47. Tapi sayangnya gol tersebut di anulir oleh wasit dalam posisi offside. Selamatlah penjaga gawang Tri Jaya dalam kebobolan.

Sementara Aditama A yang tampil tertekan baru dapat menciptakan gol penyama di menit ke-62 melalui titik putih. Hadiah penalti diberikan oleh Mucthar kepada Aditama A, setelah Rizky bek Galara Utama melanggar Suganda di kotak terlarang.

- Periklanan -

Febri yang disorong maju sebagai eksekutor mampu menjalankan tugasnya dengan baik. Kiper PS Galara Utama Yusril, tidak bisa membaca arah bola. Gol ini disambut gembira seluruh pendukung tim tuan rumah.

Tampil di publik sendiri, Aditama lebih agresif di menit-menit akhir. Satu persatu serangan hingga ke jantung pertahanan lawan sukses dimainkan oleh Midun, dan Zailun di lini tengah. Aditama A akhirnya berhasil leading 1 – 2, lewat gol yang dicetak oleh Rahman di menit ke-87. Kedudukan skor 1-2 untuk kemenangan PS Aditama A, bertahan hingga pluit panjang dibunyikan.

Usai pertandingan pelatih PS Galara Utama, Alamsyah, menyampaikan kritikan pedas kepada panitia dan pengawas pertandingan agar dilakukan evaluasi kepada wasit yang bertugas di laga itu.

“Kalau soal kalah dan menang kami tak masalah, tapi tolong wasit dievaluasi. Hari wasit yang memimpin yang buruk,” katanya kepada wartawan.

Menurutnya sebuah kejuaraan ini, adalah pembinaan para pemain-pemain muda, sehingga kalau cara pemimpin wasit tidak bagus, maka mental pemain juga dirusak. “Banyak penonton kok, banyak yang lihat, seperti saat finality, kami anggap itu tidak perlu dan ada banyak keputusan yang merugikan tim,” ucapnya.

Terlepas semua itu, Alamsyah, mengaku sudah terpuaskan dengan penampilan timnya, meski kalah menghadapi Aditama A. “Permainan tim sudah sangat bagus, formasi yang kami terapkan berjalan dengan baik, tapi lagi-lagi keputusan wasit yang kami anggap banyak yang kontroversial,” paparnya.

Sementara Pelatih Aditama A, Tondra, menginginkan timnya agar segera melupakan kemenangan atas PS Galara Utama, karena di laga berikutnya akan menghadapi tim-tim yang lebih kuat lagi.

“Banyak yang perlu dibenahi sebelum ke tampil di babak 8 besar, terutama di segi fisik. Galara yang diperkuat pemain-pemain mudah, jujur kami dibuat repot hari ini, tapi untungnya tim kami keluar sebagai pemenang,” ucapnya. (egi)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.