Aditama Cup | Fajar Nusantara Pulang dengan Kepala Tertunduk

- Periklanan -

(Foto: Sugianto)

PALU – Bisa jadi Fajar Nusantara adalah tim paling sial dalam lawatannya di babak 8 besar Aditama Cup II 2017. Bagaimana tidak, sempat berada diatas angin dalam dua fase penting namun pada akhirnya harus takluk dan tersingkir di tangan juara bertahan PS Rauf Junior, usai dikalahkan dengan skor 7-6 (1-1), Rabu (15/2).

Mengawali laga tanpa kehadiran gelandang Fikry Adriansyah, di barisan tengah, Fajar Nusantara meladeni permainan cepat Rauf Junior yang mengandalkan Muhammad Istighfar dan Dedi di lini serang.

Bergantian kedua tim melakukan tekanan dan masing-masing menciptakan peluang mencetak gol di babak pertama. PS Rauf Junior yang ditangani Agus Haci sejatinya mendapat keuntungan ketika fullback Ferdiansyah diganjar kartu merah di menit ke-14.

Kesempatan tersebut tak bisa dimanfaatkan Rauf Junior, justru beberapa kali Fajar mampu menciptakan ancaman lewat kecepatan dan akselerasi Syaiful dan Rifai yang menjadi targetman di lini serang Fajar Nusantara. Babak pertama ditutup dengan skor tanpa gol.

- Periklanan -

Di babak kedua, Rauf Junior menciptakan sejumlah peluang emas, hanya saja striker Muhammad Istighfar gagal memaksimalkan kesempatan termasuk salah satunya sodoran Faisal Lasau yang juga tak bisa dijadikan gol.

Gol Fajar Nusantara akhirnya tercipta lewat sebuah counter attack di sisi kiri pertahanan Rauf Junior. Umpan silang Syaiful langsung disambar sepakan first time Rifai di menit ke-60.

Durasi yang tersisa lima menit yang dinantikan Fajar Nusantara untuk mengakhiri laga sekaligus menuju perempat final akhirnya terbuang ketika sontekan pelan Muhammad Istighfar menjadi gol balasan dan membuat laga harus diakhiri dengan laga pinalti.

Ketika sepakan pertama Rauf Junior yang di eksekusi Dirga Aditya melebar, Fajar Nusantara kembali berada diatas angin namun lagi-lagi hanya sesaat, sebelum akhirnya eksekutor terakhir Fajar Nusantara, Faisal gagal menaklukkan Bryan Putra.

Coach Nurlin Haruna menyebut kegagalan memanfaatkan dua kesempatan memimpin merupakan sebuah kesalahan besar. “Sangat-sangat saya sayangkan anak-anak tak bisa memanfaatkan dua kali kesempatan unggul,” ucapnya.

Dikatakan di waktu normal sudah berpeluang menang. Adu pinalti juga demikian saat penendang pertama dari tim lawan tidak masuk. “Tapi, saya salut dan bangga dengan perjuangan anak-anak yang mampu mengimbangi lawan walaupun kami kekurangan satu pemain,” tandasnya. (egi)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.