Ada Luka Bekas Sajam di Tubuh Jenazah Sekretaris BPBD Parimo

- Periklanan -

Ilustrasi (@jawapos.com)

PARIMO – Misteri kematian Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Parimo, Nurfiah Almahdali (53), perlahan mulai terkuak. Dari hasil penyelidikan yang dilakukan Polres Parimo, ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan di tubuh korban.

Meski dikonfirmasi terkait proses penyelidikan tersebut , Kapolres Parimo, AKBP Sirajuddin, belum bisa menerangkan secara detail apa motifnya. Namun dia, memberikan sinyal bahwa, korban tewas tidak wajar. Hal ini dibuktikan dengan hasil Visum Et Repertum (VER) dari Rumah Sakit (RS) Anuntaloko Parigi, yang menemukan sejumlah tanda kekerasan di tubuh korban.

- Periklanan -

Diantaranya ditemukan di bagian kepala, leher dan tangan korban. Diduga tanda kekerasan tersebut akibat senjata tajam.  “Ada tanda kekerasan dengan senjata tajam,” jelasnya singkat.

Saat dikonfirmasi lebih jauh lagi terkait hasil penyelidikan, Sirajuddin belum membeberkan hasilnya secara detail.  Menurutnya sudah ada saksi yang diperiksa. Namun dia tidak menjelaskan siapa saja dan sudah berapa saksi yang diperiksa.  Alasannya, karena sejumlah personel yang menangani kasus tersebut masih melakukan penyelidikan di lapangan dan tidak ingin mengganggu kerja-kerja anggotanya. Termasuk melakukan pemeriksaan para saksi.  “Sekarang masih kami dalami. Anggota saya masih dilapangan untuk lidik,” ujar Kapolres.

Berdasarkan informasi yang diperoleh bahwa korban ditemukan tewas dikediamannya Jalan Magau Janggo, Kelurahan Masigi pada Minggu (2/7). Sebelum lebaran korban sempat dihubungi keluarga dari Gorontalo. Tetapi Handphone korban tidak aktif.

Sehingga keluarganya berencana menuju parigi. Setelah sampai, Malam hari tidak ada aktifitas yang terlihat di dalam rumah. Setelah lewat disamping rumah, tercium bau menyengat. Karena curiga pihak keluarga langsung melapor di polsek parigi. (iwn)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.