Ada Kesempatan, Jambret Akhirnya Dihakimi Massa di Jalan Moh Yamin

- Periklanan -

Kedua Tersangka saat akan menuju ruang tahanan Polres Palu dengan pengawalan ketat anggota Sabahara Polres Palu.(Foto: Wahono)

Nahas bagi dua remaja Moh Rifki (18) dan Rizaldi (19), usai menjambret Handphone (HP) korbannya, kedua pelaku menjadi bulan-bulanan massa, Senin malam (4/9) sekitar pukul 21.15 Wita, di Jalan Moh Yamin.

Laporan : WAHONO


MENDENGAR adanya teriakan “jabret” dari Fitriani, yang HP-nya dirampas kedua pelaku saat melintas di Jalan Balai Kota Utara, Kecamatan Palu Selatan, Kota Palu, massa spontan bergerak mengejar pelaku. Massa menutup jalan pelaku yang hendak kabur dari arah selatan ke arah utara Jalan Moh Yamin. Pelaku berhasil ditangkap. Massa yang banyak dan emosi langsung menghakimi pelaku hingga babak belur. Sepeda motor pelaku dibakar massa di aspal jalan.

“Kami yang ramai duduk di warkop mendengar ada teriakan jambret langsung menuju ke jalan. Pelaku yang memutar motornya ke arah massa di jalan mencoba kabur tapi jalannya buntu. Satu pelaku berhasil tertangkap, dan yang satu berhasil lompat pagar,” ungkap seorang warga, Tole yang berada di TKP.

Saat ini, kasus tersebut tengah ditangani Polres Palu. Dijelaskan Kapolres Palu AKBP Christ R Pusung, saat itu korban yang sedang menunggu saudaranya sambil memegang HP J1 ACE warna putih miliknya, saat melintas di jalan tersebut menggunakan sepeda motor metik. Tiba-tiba pelaku yang berjumlah 2 orang datang dari arah belakang dengan mengendarai sepeda motor metik dan langsung merampas HP tersebut yang berada di tangan korban.

- Periklanan -

“Korban kaget langsung mengejar pelaku hingga sampai di jalan buntu dan warga pun berkumpul karena mendengar teriakan korban, pada saat kejadian itu melintas anggota Bripka Septimon dan Briptu Wendi yang kemudian mengamankan pelaku dan membawa ke Polres Palu guna penyidikan lebih lanjut,” ungkap Kapolres.

Menurut Christ, karena adanya kesempatan, pelaku dengan mudah merampas HP milik korban yang berada di genggaman tangan korban.

Para pelaku dikenakan pasal yang disangkakan yaitu pasal 365 KUHP ayat (1) dan ayat (2) ancaman hukuman 12 tahun penjara.

Peristiwa ini menjadi pelajaran bagi masyarakat khususnya pengendara yang memiliki kebiasaan menggunakan HP saat berkendara.

“Saya meminta agar para pengendara yang melintas di jalan jangan sambil menggunakan HP, seperti yang terjadi pada kasus ini bahwa kesempatan itulah yang membuat dua pelaku ini memanfaatkannya, apes nya saja berhasil diamankan warga dan motor dibakar, dan memang satu pelaku masih duduk di bangku sekolah SMK yang ada Kecamatan Palu Utara,”  kata mantan Kapolres Tolitoli ini.

Ditegaskannya, Polres Palu akan menindak tegas pelaku tindak pidana apapun. Masyarakat pun diajak agar bekerja sama dalam membasmi para pelaku kejahatan yang ada di Kota Palu. Dengan cara, apabila mengetahui atau melihat suatu tindak pidana agar segera melaporkan ke kepolisian terdekat.

“Saya meminta kepada masyarakat diharapkan agar jangan main hakim sendiri, bila warga kembali melakukan penangkapan terhadap pelaku langsung saja serahkan kepada kepolisian, biar kami yang menangani sesuai jalur hukum,” imbaunya. ***

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.