Ada Bonus Bagi Penyelamat Buaya Berkalung Ban

- Periklanan -

Buaya berkalung ban motor saat di umpan seekor ayam oleh warga sekitar di dekat Jembatan II, Palu, Sulawesi Tengah, Kamis (4/1). (Foto: Mugni Supardi)

PALU – Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sulawesi Tengah (Sulteng), berharap agar upaya yang dilakukan Panji dan tim Jawa Pos-Radar Sulteng dapat berhasil mengeluarkan ban yang berada di leher Buaya. BKSDA juga mengapresiasi upaya yang dilakukan Panji bersama timnya untuk menolong buaya berkalung ban.

“Kita berharap Panji dan timnya bisa berhasil mengeluarkan ban di leher buaya tersebut,” kata Kepala Seksi wilayah I Pangi BKSDA Sulteng, Haruna, belum lama ini. Senin (22/1) malam.

Menurutnya, perkembangan buaya di sungai Palu akan terus bertambah. Sama halnya dengan pertumbuhan penduduk di Kota Palu. Dan saat ini data BKSDA terdapat 21 ekor buaya dewasa. “Itu yang terlihat oleh tim kita saat melakukan identifikasi dan hanya yang berukuran besar, namun tidak menutup kemungkinan buaya berukuran kecil juga banyak tersebar,” ungkapnya.

- Periklanan -

Dia mengatakan, upaya yang dilakukan BKSDA sejauh ini masih sebatas memberikan imbauan, melalui pemasangan papan imbauan yang isinya melarang masyarakat untuk terlalu beraktivitas di seputar sungai Palu, yang merupakan habitat reptil tersebut. “Kalau soal penangkaran, kita BKSDA tidak bisa mengadakan itu, tapi kalau ada warga yang ingin membuat penangkaran silakan,” katanya.

Ditanya soal upaya dari BKSDA untuk melepaskan ban yang terdapat pada leher buaya, pihaknya tidak akan menurunkan tim, namun pihaknya menyediakan bonus (upah) bagi warga yang berhasil mengeluarkan ban di leher buaya yang saat ini masih terlilit dan berkeliaran di sungai Palu.

Berapa besaran bonus yang dijanjikan itu, Haruna tifa merincinya.

“Kendalanya kita akan tidak ada pengusaha, yang tertarik untuk membuat suatu penangkaran buaya di Kota Palu. Kalau ada misalnya yang tertarik kami sangat mendukung langkah ini, sebetulnya ini yang membuka peluang pengusaha, dengan buaya yang banyak beraktivitas di sungai Palu,” tambahnya. (who)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.