Ada Aplikator Huntap Gunakan Panel Berkarat

Warga Tak Mau Tinggal di Huntap yang Berbahaya

- Periklanan -

PALU-Pemerintah telah menegaskan pembangunan Hunian Tetap (Huntap) warga Kota Palu yang sedang dikerjakan oleh Aplikator yang ditunjuk oleh pemerintah, dikerjakan dengan baik, dan sesuai dengan spesifikasi peralatan dan perangkat yang dipersyaratkan. Karena pembangunan Huntap seegera dihuni oleh warga korban bencana alam.

Namun sayangnya, dalam praktiknya di lapangan, masih ada beberapa aplikator yang terkesan “nakal” dan bekerja tidak professional. Padahal aplikator tersebut telah diberi kepercayaan oleh pemerintah, karena menyanggupi untuk bisa mengerjakan berbagai bangunan Huntap dan sesuai Spek.

Seperti yang ditemukan oleh Ketua Dewan Perlindungan Hukum dan HAM Forum Pemuda Kaili Bangkit, Moh. Raslin, yang juga relawan aktif di Korem 132 Tadulako, adanya Huntap yang dibangun asal-asalna dan menggunakan panel berkarat.

Tak pelak, masyarakat penerima bantuan Huntap terkesan dizalimi, dikhawatirkan Huntap bisa roboh dan akan menambah duka bagi korban bencana atau penyintas di Kota Palu dan sekitarnya.

Kepada Radar Sulteng, Moh. Raslin, menyebutkan ada dugaan permainan kotor di lapangan yang dilakukan aplikator. Salah satu contohnya, dibeberapa titik pembangunan Rumah Instan Sederhana dan Sehat (Risha) yang ada di BTN Korpri di Kelurahan Kawatuna, masih terdapat beberapa bangunan yang menggunakan aksesoris yang tidak memenuhi standar.

- Periklanan -

“ Baut dan plat stripnya sudah berkarat. Begitu juga bangunan Risha yang ada di Jln. Karanja Lembah Kelurahan Petobo terdapat beberapa unit bangunan Risha yang semuanya menggunakan aksesoris yang tidak layak pakai, “ sebut Moh Raslin.

Raslin yang mewawancarai beberapa korban bencana gempa bumi dan likuifaksi di Kelurahan Petobo mengatakan, warga sangat marah karena menerima bantuan Huntap, Risha, dan Insitu tidak berkualitas, bahkan mengancam keselamatan warga bila menempati rumah-rumah tersebut.

“ Kami masyarakat Palu sebagai penerima bantuan perumahan stimulant, merasa sangat dirugikan oleh aplikator-aplikator yang terkesan nakal, dan hanya bertujuan meraup keuntungan dari dana bantuan ini, “ tutur warga.

Salah seorang pekerja teknis struktur Risha di BTN Korpri di Kelurahan Kawatuna yang minta namanya dirahasiakan, saat dikonfirmasi media ini membenarkan bahwa sebanyak 8 unit Rumah INSITU yang telah dia kerjakan di beberapa titik di Kota Palu, dari salah seorang aplikator, dari Oktober 2019 sampai dengan Januari 2020 semuanya menggunakan aksesoris yang tidak layak pakai.

Pekerja teknis tersebut menilai, para aplikator terkesan bandel tidak berdasarkan spesifikasi teknis. Mereka tidak pernah mempertimbangkan keselamatan penghuni bangunannya alias asal jadi.

Demikian juga kondisi rumah Risha di Jalan Karanja Lembah terlihat jelas menggunakan aksesoris yang sudah berkarat, yang berpotensi membahayakan penghuninya nanti.(mch)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.