ACT Kurban Bersama Jurnalis Kota Palu

- Periklanan -

PALU – Lembaga sosial Aksi Cepat Tanggap (ACT) bekerjasama dengan sejumlah organisasi jurnalis di Kota Palu, menggelar kegiatan kurban bersama. Tiga organisasi jurnalis, yang digandeng ACT masing-masing Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Palu, Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) serta Pewarta Foto Indonesia (PFI).

Kurban bersama ini, mengambil tempat di lapangan Radio Nebula, Jalan Rajawali. Turut pula dilibatkan dalam proses kurban sejumlah warga binaan (Warbin) Rumah Tahanan Negara (Rutan) Klas II A Palu. Kurban bersama ini, dibuka oleh Staf Ahli Gubernur, Hj Sitti Norma Mardjanu yang mewakili Guburnur Sulawesi Tengah dan dihadiri sejumlah pejabat Forkompimda.

Kepada wartawan, Kepala Cabang ACT Palu, Nurmajani Loulembah menerangkan, bahwa program bersama ACT dan tiga organisasi jurnalis ini, memang dalam bentuk penyaluran daging kurban untuk para keluarga jurnalis di Palu dan binaanya. “Kita bagikan tiga ekor sapi dari Kajian Musawara, yang merupakan kelompok para artis-artis yang telah hijrah dan fokus pada kemanusiaan,” terang Nurmajani.

- Periklanan -

Khusus di wilayah yang menjadi binaan ACT, sudah sekitar 42 ekor sapi dan 5 ekor kambing yang telah dikurbankan, berasal dari sejumlah donatur. Dagingnya pun telah dibagikan ke sejumlah shelter-shelter ACT. “Sapi-sapi yang dikurbankan ini merupakan donasi dari para donatur mitra ACT dari luar daerah dan luar negeri seperti Turki. Sementara untuk donatur Kota Palu sendiri ada 100 ekor sapi, yang telah kita bagikan ke luar negeri,” sebutnya.

Hewan kurban yang ada ini kata Nurmajani, sebelum disembelih, sebelumnya diperiksa dahulu kondisi kesehatannya oleh petugas kesehatan hewan. Hal ini untuk memastikan daging yang akan dibagikan aman untuk dikonsumsi. “ACT sendiri memiliki spesifikasi khusus untuk sapi, yakni hanya sapi yang berat 200 kilo ke atas yang kami kurbankan,” tutur Kepala Cabang ACT.

Sementara itu, Ketua IJTI Sulteng, Rahman Odi, mewakili para jurnalis Kota Palu, mengucapkan rasa terimakasinya kepada ACT, yang telah peduli kepada para jurnalis dan keluarganya. Karena sejatinya, jurnalis dan keluarganya di Kota Palu, juga merupakan korban bencana 28 September lalu. “Selain organisasi kami sendiri yang peduli terhadap kami dan keluarga, ternyata ada pula lembaga kemanusian seperti ACT yang turut peduli kepada kami para jurnalis,” sebut Odi. (agg)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.