Aceo Siap Gugat Balik Pihak ISDN

//Anggap Laporan Perusahaan Asal Singapura Itu Mengada-Ada

- Periklanan -

PALU – Laporan terhadap Hendrik Gary Lyanto atau Aceo ke Mabes Polri oleh sebuah perusahaan asal Singapura seperti diberitakan sebelumnya, Kamis (28/2) mendapat tanggapan dari pihak Hendrik Lyanto.
Kepada Radar Sulteng melalui pressreleasenya tadi malam Minggu (3/3) pihak Hendrik Lyanto membantah tuduhan melakukan pidana penipuan seperti yang beritakan dan dilaporkan ke Mabes Polri. Menurut Hendrik Lyanto perusahaan ISDN yang menyatakan tuduhan tersebut mengada-ada tidak sesuai fakta hukum yang sebenarnya. “Pihak perusahaan ISDN itu mau merusak nama baik saya di Sulawesi Tengah. Perkara yang mereka maksud itu proses perkara Perdata bukan Pidana,” jelasnya.
Sebagaimana dengan fakta-fakta yang ada, kata Hendrik Lyanto, yakni
ISDN RESOURCES PTE.LTD., sebelumnya telah menandatangani Memorandum of Understanding MOU dengan Hendrik Gary Lyanto dan Soebali Sudjie selaku owner atau pemegang saham PT. Gema Energy Indonesia, PT. Bun Yan Hasanah, PT. Bawo Kekal Sejahtera Internasional, PT. Cremona Utama dan PT. Mega Abadi Mining.
Dalam MOU point 9 tersebut dengan jelas dan terang disebutkan bahwa dana sebesar US$ 2,500,000.00 atau dua juta lima ratus ribu dollar Amerika Serikat adalah sebagian modal kerja yang dibayar dimuka yang akan diatur lebih rinci perjanjiannya dalam Perjanjian Operasional (Operation Agreement) dan Perjanjian Opsi (Option Agreement);
Dengan dana sebesar US$ 2,500,000.00 tersebut selain disebut sebagai uang muka atau “down payment” sebagaimana disebutkan dalam MOU point 9, juga disebutkan sebagai pembayaran awal atau “initial payment” dan untuk jaminan pembayaran awal atau uang muka, yang dijadikan jaminan sebagaimana yang diatur dalam MOU point 10 tentang “Security” adalah saham milik penjual dalam hal ini Hendrik Gary Lyanto dan Soebali Sudji selaku pemilik saham PT. Bun Yan Hasanah, PT. Gema Energi Indonesia (Tergugat IV) dan PT. Atman Bumi Sejahtera dan juga jaminan berupa biji mineral (mangan).

- Periklanan -

“ISDN Resources Pte telah melakukan due diligence atau pemeriksaan pendahuluan dan melakukan kunjungan ke lokasi tambang. Adapun mengenai informasi tentang kondisi tambang juga ISDN Resources Pte telah melihat dan mempelajari Laporan Akhir sebagai hasil penelitian dari Konsultan Pertambangan yakni Rancabulan Penjuru Mineral Consulting yang dibuat pada bulan Januari 2014 tentang Perhitungan Sumberdaya Mangan (Mn) IUP PT. Gema Energi Indonesia Dan IUP PT. Bun Yan Hasanah,” urainya.
Kemudian lanjut Hendrik, dengan telah dilakukannya pemeriksaan awal dan melakukan kunjungan ke lokasi tambang, serta telah mengetahui secara lengkap informasi atau data tentang konsdisi tambang sesuai dengan Laporan dari Konsultan Pertambangan yang bernama Rancabulan Penjuru Mineral Consulting selaku Konsultan Pertambangan sebagaimana tersebut diatas. Selanjutnya ISDN Resources Pte menandatangani Option Agreement (Perjanjian Opsi Untuk Jual Beli Saham/Option Agreement For Sale and Purchase of Shares) pada tanggal, 3 September 2014 dan bersamaan dengan penandatanganan Perjanjian Pengelolaan Pertambangan / Mining Operation Agreement pada tanggal 3 September 2014.
Atas dasar ISDN Resources Pte telah melakukan due diligence, kunjungan ke lokasi tambang dan telah melihat dan mempelajari Laporan Akhir Perhitungan Mangan tersebut, kemudian ISDN Resources Pte dengan PT. Gema Energi Indonesia dan PT. Bun Yan Hasanah menandatangani Option Agreement (Perjanjian Opsi Untuk Jual Beli Saham/Option Agreement For Sale and Purchase of Shares) dan Perjanjian Pengelolaan Pertambangan / Mining Operation Agreement pada tanggal yang sama yakni tanggal 3 September 2014, sehingga kemudian ISDN Resources Pte memberikan atau membayar uang muka (down payment / initial payment) sebesar US$ 2,500,000.00 (dua juta lima ratus ribu dollar Amerika Serikat) adalah sebagian modal kerja yang dibayar dimuka.
Dalam perjalannya, pihak ISDN Resources Pte tidak akan menandatangani Option Agreement (Perjanjian Opsi Untuk Jual Beli Saham/Option Agreement For Sale and Purchase of Shares) dan Perjanjian Pengelolaan Pertambangan / Mining Operation Agreement dan membayar uang muka atau pembayaran awal (initial payment) US$ 2.500,000.00 tanpa dilakukan due diligence terlebih dahulu, dan tanpa melakukan kunjungan ke lapangan dan mempelajari hasil penelitian Konsultan Pertambangan tersebut.
“Belakangan pihak ISDN Resources Pte telah mengajukan gugatan kepada Hendrik Gary Lyanto (Tergugat I), Soebali Sudjie (Tergugat II) , PT. Gema Energi Indonesia (Tergugat IV) dan PT. Bun Yan Hasanah (Tergugat III) di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat sesuai perkara Nomor : 338/Pdt.G/2018/Jkt.Pst.
Fakta hukumnya, Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat yang mengadili perkara perdata tersebut memutuskan menyatakan gugatan dari pihak ISDN Resources Pte tidak dapat diterima. Atas kekalahan ISDN Resources Pte tersebut kemudian ISDN Resources Pte mengajukan upaya hukum banding. “Mungkin karena dia kalah makanya dia melaporkan saya ke Mabes Polri dan mengirim pressrelease ke beberapa media agar nama baik saya khususnya di Sulteng menjadi tidak baik,” tandasnya.
Justru kata Hendrik Lyanto, yang justru melakukan unsure pidananya adalah pihak ISDN, karena melanggar beberapa kesepakatan dan diduga sudah menggunakan nama perusahaan kami tanpa sepengetahuan kami untuk mengambil keuntungan menaikan sahamnya di Singapura. “Kami sedang menyiapkan laporan balik, laporan pidana baik di Mabes Polri. Kalau perlu kami juga akan melaporkan langsung ke Singapura. Tim kuasa hukum kami sudah mempersiapkan materi gugatan dalam waktu dekat kami segera menindaklanjuti,” terang Hendrik Lyanto.
Seperti diberitakan sebelumnya berdasarkan pressrelease yang dikirim ke redaksi Radar Sulteng, Jumat siang (28/2) pelapor melalui kuasa Hukum Pelapor Perusahaan ISDN yang diwakili Mr Teo Cher Koon, menyebutkan klien mereka telah mengalami kerugian baik secara materiil atas tidak dikembalikan dana tersebut maupun imateriil akibat tidak terlaksananya kerjasama tersebut. Sehingga melaporkan kejadian tersebut ke Badan Reserse Kriminal Mabes Polri atas dugaan Tindak Pidana Pasal 378 Tentang Penipuan, 372 Tentang Penggelapan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP), dan Tindak Pidana Pencucian Uang.(*/ron)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.