Aceo Dilaporkan ke Mabes Polri

Dugaan Tindak Pidana Penipuan Pengelolaan Pertambangan di NTT

- Periklanan -

PALU – Seorang pengusaha Sulawesi Tengah (Sulteng) Hendrik Gary Lyanto alias Aceo dilaporkan ke Badan Reserse Kriminal Mabes Polri oleh sebuah perusahaan ISDN yang bermosili di Singapura.
Berdasarkan pressrelease yang dikirim ke redaksi Radar Sulteng, Jumat siang (28/2) pelapor melalui kuasa Hukum Pelapor Perusahaan ISDN yang diwakili Mr Teo Cher Koon, menyebutkan melaporkan Hendrik Gary Lyanto dengan beberapa hal lampiran yakni;
Bahwa pada awalnya saudara Hendrik Gary Lyanto (Terlapor) menawarkan kerjasama pengelolaan pertambangan dengan memberikan sejumlah data kepada klien kami yakni tambang PT. BunYan Hasanah dan PT. Gema Energy Indonesia yang berlokasi di Desa Oerinbesi dan Oekopa, Nusa Tenggara Timur
Bahwa sebagai tindak lanjut dari penawaran tersebut klien kami akhirnya tertarik dan menandatangani Perjanjian Pengelolaan Pertambangan antara Klien Kami dengan PT. Bun Yan Hasana tertanggal 3 September 2014 dan juga klien kami memberikan dana sejumlah US$ 2.500.000 (dua juta lima ratus ribu dollar Amerika).
Bahwa Adapun dana tersebut telah disepakati dalam perjanjian bahwa harus segera dikembalikan apabila tambang yang dikerjakan tidak sesuai dengan data yang diberikan atau dinyatakan tidak layak tambang sehingga pihak pelapor dapat membatalkan perjanjian dan sebagai jaminannya sdr. Hendrik Gary Lyanto dan Soebali Sudjie juga telah memberikan Personal Guarantee/Jaminan Pribadi berdasarkan Surat Jaminan Pribadi Hendrik Gary Lyanto tertanggal 3 September 2014.
Bahwa kemudian pada saat dilakukan pengecekan oleh klien kami, diketahui bahwa deposit tambang milik PT. Bun Yan Hasana dan PT. Gema Energy Indonesia tidak sesuai dengan informasi yang diberikan kepada Klien kami atau tidak layak tambang sehingga dengan demikian klien kami melakukan pembatalan perjanjian dan meminta dana yang telah diberikan untuk dikembalikan sebagaimana yang disepakati, namun hingga saat ini Pihak Terlapor belum juga menunjukkan itikad baiknya untuk mengembalikan dana tersebut padahal sudah berbagai upaya secara mediasi telah dilakukan baik dari klien kami maupun kami selaku kuasa hukum.

Bahwa atas kejadian tersebut klien kami telah mengalami kerugian baik secara materiil atas tidak dikembalikan dana tersebut maupun imateriil akibat tidak terlaksananya kerjasama tersebut, sehingga hal ini kami laporkan kejadian tersebut ke Badan Reserse Kriminal Mabes Polri atas dugaan Tindak Pidana Pasal 378 Tentang Penipuan, 372 Tentang Penggelapan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (“KUHP”), dan Tindak Pidana Pencucian Uang.
Sementara pihak Hendrik Gary Lyanto melalui kuasa hukumnya, melalui group WhasApp Forum Pemred Sulteng memberikan klarifikasi atas pressrelease yang melaporkan Hendrik Lyanto ke Mabes Polri.
Dalam klarifikasi pihak Hendrik Lyanto disebutkan, kuasa hukumnya membantah tuduhan tersebut karena apa yang dituduhkan itu tidak benar dan mengada-ada serta perkara dimaksud masih dalam proses perkara PERDATA, sebagaimana dengan fakta-fakta yang ada, yakni
ISDN RESOURCES PTE.LTD., telah menandatangani Memorandum of Understanding (selanjutnya disebut MOU) dengan Hendrik Gary Lyanto dan Soebali Sudjie selaku owner atau pemegang saham PT. Gema Energy Indonesia, PT. Bun Yan Hasanah, PT. Bawo Kekal Sejahtera Internasional, PT. Cremona Utama dan PT. Mega Abadi Mining;
Dalam MOU point 9 tersebut dengan jelas dan terang disebutkan bahwa dana sebesar US$ 2,500,000.00 (dua juta lima ratus ribu dollar Amerika Serikat) adalah sebagian modal kerja yang dibayar dimuka yang akan diatur lebih rinci perjanjiannya dalam Perjanjian Operasional (Operation Agreement) dan Perjanjian Opsi (Option Agreement);
Dana sebesar US$ 2,500,000.00 tersebut selain disebut sebagai uang muka atau “ down payment” sebagaimana disebutkan dalam MOU point 9, juga disebutkan sebagai pembayaran awal atau “ initial payment” dan untuk jaminan pembayaran awal atau uang muka, yang dijadikan jaminan sebagaimana yang diatur dalam MOU point 10 tentang “Security” adalah saham milik PENJUAL dalam hal ini Hendrik Gary Lyanto dan Soebali Sudji selaku pemilik saham PT. Bun Yan Hasanah, PT. Gema Energi Indonesia (Tergugat IV) dan PT. Atman Bumi Sejahtera dan juga jaminan berupa biji mineral (mangan);

- Periklanan -

ISDN Resources Pte telah melakukan due diligence atau pemeriksaan pendahuluan dan melakukan kunjungan ke lokasi tambang. Adapun mengenai informasi tentang kondisi tambang jugaISDN Resources Pte telah melihat dan mempelajari Laporan Akhir sebagai hasil penelitian dari Konsultan Pertambangan yakni Rancabulan Penjuru Mineral Consulting yang dibuat pada bulan Januari 2014 tentang Perhitungan Sumberdaya Mangan (Mn) IUP PT. Gema Energi Indonesia Dan IUP PT. Bun Yan Hasanah ;
Dengan telah dilakukannya pemeriksaan awal dan melakukan kunjungan ke lokasi tambang serta telah mengetahui secara lengkap informasi atau data tentang konsdisi tambang sesuai dengan Laporan dari Konsultan Pertambangan yang bernama Rancabulan Penjuru Mineral Consulting selaku Konsultan Pertambangan sebagaimana tersebut diatas, kemudian ISDN Resources Ptemenandatangani Option Agreement (Perjanjian Opsi Untuk Jual Beli Saham/Option Agreement For Sale and Purchase of Shares) pada tanggal, 3 September 2014 dan bersamaan dengan penandatanganan Perjanjian Pengelolaan Pertambangan / Mining Operation Agreement pada tanggal 3 September 2014;
Atas dasar ISDN Resources Pte telah melakukan due diligence, kunjungan ke lokasi tambang dan telah melihat dan mempelajari Laporan Akhir Perhitungan Mangan tersebut , kemudian ISDN Resources Pte dengan PT. Gema Energi Indonesia dan PT. Bun Yan Hasanah menandatangani Option Agreement (Perjanjian Opsi Untuk Jual Beli Saham/Option Agreement For Sale and Purchase of Shares) dan Perjanjian Pengelolaan Pertambangan / Mining Operation Agreement pada tanggal yang sama yakni tanggal 3 September 2014, sehingga kemudian ISDN Resources Pte memberikan atau membayar uang muka (down payment / initial payment) sebesar US$ 2,500,000.00 (dua juta lima ratus ribu dollar Amerika Serikat) adalah sebagian modal kerja yang dibayar dimuka;
ISDN Resources Pte tidak akan menandatangani Option Agreement (Perjanjian Opsi Untuk Jual Beli Saham/Option Agreement For Sale and Purchase of Shares) dan Perjanjian Pengelolaan Pertambangan / Mining Operation Agreement dan membayar uang muka atau pembayaran awal (initial payment) US$ 2.500,000.00 tanpa dilakukan due diligence terlebih dahulu , dan tanpa melakukan kunjungan ke lapangan dan mempelajari hasil penelitian Konsultan Pertambangan tersebut;
ISDN Resources Pte telah mengajukan gugatan kepada Hendrik Gary Lyanto (Tergugat I), Soebali Sudjie (Tergugat II) , PT. Gema Energi Indonesia (Tergugat IV) dan PT. Bun Yan Hasanah (Tergugat III) di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat sesuai perkara Nomor : 338/Pdt.G/2018/Jkt.Pst.
Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat yang mengadili perkara perdata tersebut memutuskan menyatakan GUGATAN ISDN Resources Pte TIDAK DAPAT DITERIMA. Atas kekalahan ISDN Resources Pte tersebut kemudian ISDN Resources Pte mengajukan upaya hukum banding;

“Atas Laporan Polisi ISDN dan Pengacaranya yang kemudian diekspos ke media, Klien Kami mencadangkan haknya untuk menuntut balik dan membuat laporan polisi dan akan dilakukan dalam waktu dekat,” tulis kuasa hukum Hendrik Gary Lyanto dalam siaran persnya. (*/ron)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.