alexametrics Abdul Rachman Thaha : Bongkar Jaringan Kejahatan Casis Polri di Sulteng – Banyumas Cyber Team
Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Abdul Rachman Thaha : Bongkar Jaringan Kejahatan Casis Polri di Sulteng

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

PALU – Pihak Polri kembali lagi menjadi sorotan publik, dimana diketahui dari tahun ke tahun setiap penerimaan atau perekrutan Calon Siswa (Casis) Polri itu mempunyai anggaran tersendiri.

Anggota DPD RI dapil Sulteng, Dr. Abdul Rachman Thaha, SH., MH kepada Radar Sulteng, Senin (15/8/2022) mengungkapkan, terkait informasi dari masyarakat dan media di Sulawesi Tengah adanya okknum Polisi diduga melakukan suap dalam proses seleksi penerimaan Calon Anggota Polri tahun 2022.

Dimana diberitakan telah ditemukan uang bernilai Rp 4,4 M untuk melakukan Suap dalam proses seleksi calon anggota Polri.

Palingnya lagi parahnya lagi penangkapan oknum polisi tersebut sejak tanggal 28 Juli 2022 kenapa baru terbongkar kasus tersebut. “Kita ketahui bahwa oknum Briptu D sebagai pengumpul dana Calon Casis modus ini perlu menjadi sebuah atensi buat saudara Kapolda Sulawesi Tengah untuk membongkar jaringan kejahatan ini sampai akar-akarnya,” ujarnya.

Abdul Rahman Thaha (ART) mengatakan, Kapolda Sulteng harus membongkar jaringan kasus suap casis polri, sehingga tidak ada lagi oknum polisi mau mencoba-coba bermain dalam ranah proses casis Polri.

Ini perlu dibongkar dan ART yakin dan percaya suatu kejahatan itu bukan dilakukan oleh satu orang saja. Sudah pasti ada jaringan laba-laba. Kapolda harus berani membongkar jaringan tersebut tidak perlu lagi rasa hibah terhadap oknum yang nakal langsung proses dan memenuhi unsur mekanisme yang ada.

“InshaAllah kedepan saya akan bentuk team DPD RI untuk turun ke Polda Sulteng lakukan kunjungan kerja. Saya akan kejar siapa di balik dalangnya Casis Polri di Polda Sulteng,” tandasnya.

ART menambahkan, pihaknya selalu memdapatkan info setiap penerimaan casis selalu main uang, cara-cara inilah, adanya oknum di tubuh Polri harus dibersihkan karena merusak citra dari pada institusi Polri itu sendiri.

“Saya juga mengimbau kepada masyarakat jangan mempertahankan budaya-budaya cara menyuap begini, sehingga seperti menghalalkan segala cara. Modus begini yang pada akhirnya terstigma di masyarakat kalau mau masuk polisi siapkan uang,” pungkasnya. (ron)

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.