Abaikan Putusan MA, PLTU Panau Kembali Didatangi Warga

- Periklanan -

Limbah hasil pembakaran batu bara di PLTU Panau dibuang di dekat aliran sungai dan pantai di sekitar PLTU. (Foto: Syafrudin)

PALU – Masyarakat Kelurahan Panau Kecamatan Tawaili kembali menggelar aksi protes terhadap aktivitas Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Panau yang dikelola  PT Pusaka Jaya Palu Power (PJPP), Kamis (18/1). Karena sejak beroperasi PLTU tersebut dinilai hanya memberikan ancaman bagi lingkungan dan kesehatan masyarakat, khususnya masyarakat di sekitar perusahaan.

Aksi tersebut berlangsung di depan perusahaan PLTU Panau di kecamatan Tawaili. Masyarakat dalam aksinya menyampaikan beberapa tuntutan bagi pihak perusahaan yang mengelola PLTU.

Koordinator aksi Amirullah kepada sejumlah awak media mengutarakan beberapa tuntutan di antaranya, menuntut agar PLTU meratakan timbunan limbah Bahan Beracun dan Berbahaya (B3) Fly Ash dan Button Ash yang ada di bantaran sungai Tawaili.

“Kita inginkan disamaratakan dengan timbunan abrasi sungai Tawaili,” tuturnya.

- Periklanan -

Masyarakat melarang keras pihak perusahaan menggunakan bantaran sungai Tawaili untuk  dijadikan lokasi menimbun Limbah B3. Hal tersebut dilakukan masyarakat guna menegaskan kembali putusan MA RI NO. 1199 L/Pidsus/2016.

“Bahwa PT PJPP PLTU Panau dalam masa hukuman percobaan selama dua tahun tidak boleh menggunakan bantaran sungai menimbun limbah. Tetapi sudah setahun belakangan ini PLTU Panau masih membuang limbah B3 di bantaran sungai,” sebutnya.

Diuraikan Amirullah, PLTU masih saja membuang limbahnya dibantaran sungai, bahkan kali ini volumenya lebih besar.  Dulu hanya 15 – 30 Ton sekarang mencapai 70 ton perharinya. Parahnya limbah dibuang secara massif, sehingga menimbun seperti gunung.

“Sejauh ini belum ada tindakan keras dari pemerintah, kami sudah menempuh semuanya termasuk  jalur hukum dan hasilnya semua mengecewakan. Putusan Mahkamah Agung (MA) sudah jelas, tapi tidak ada tindakan dari seluruh aparat hukum,” tegasnya.

Pada akhirnya aksi masyarakat yang tidak lepas dari pengawalan aparat ini diterima oleh pihak perusahaan untuk bernegosiasi. Setelah masyarakat menguraikan tuntutannya secara langsung pada intinya pihak perusahaan belum bisa mengambil langkah pasti. Direktur Bagian Lingkungan PT.PJPP, Parta menyampaikan soal tuntutan masyarakat tersebut masih akan dibahas kembali bersama direksi.

Karena belum ada jawaban pasti dalam petemuan itu pihak perusahaan kembali menuai ultimatum bahwa jika tiga hari tuntutan tidak dipenuhi, masyarakat akan mengambil tindakan yang dianggap perlu. Menjawab hal itu, Parta juga menengaskan dalam pertemuan direksi, soal tuntutan masyarakat tiga hari itu juga akan disampaikannya. “Soal batas waktu tiga hari itu, nanti juga kita akan tekankan,” tandas Parta. (cr8)

- Periklanan -

2 Komen
  1. […] “Abaikan Putusan MA, PLTU Panau Kembali Didatangi Warga”. RadarSultengOnline.com. 19 Januari 201… […]

  2. […] “Abaikan Putusan MA, PLTU Panau Kembali Didatangi Warga”. RadarSultengOnline.com. 19 Januari 201… […]

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.