Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

AB Terlihat Panik, Lobipun Tak Menuai Hasil, Putusan Tinggal Menunggu Hari

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

TOUNA-Publik memilai, sepertinya AB ini hanya sekadar “jago kandang” saja, kesan itu terlihat dari video penggerebekan yang disertai dengan penangkapan terhadap dugaan perselingkuhan dan nikah siri dirinya dengan OA.

Sospk AB dalam video tersebut terlihat betapa sangat bingung dan tidak berdaya, kepanikan sangat terlihat diwajahnya dalam video itu. Kepanikan ini tak dapat dikontrolnya sehingga ketika AB dan OA digiring ke kantor polisi untuk dilakukan pemeriksaan, AB memberi keterangan bahwa dirinya telah nikah siri.

Pemberian keterangan nikah siri oleh AB kepada petugas pada malam kejadian di kantor polisi itu tidak diketahui oleh OA, karena AB dan OA pada pemeriksaan malam itu di kantor polisi dipisah ruangan, AB di ruangan tersendiri bersama isterinya Maryani Y. Rani, sementara OA berada pada ruangan yang lain. Itulah makanya kenapa kemudian OA teriak-teriak lewat WhatsApp-nya (WA) soal nikah siri. OA protes jika dirinya dituduh nikah siri dengan AB dan akan menuntut balik pihak-pihak yang menuduh.

Kalau memang benar demikian maka AB-lah orang yang pertama dituntut oleh OA, karena pengakuan nikah siri itu justeru keluar dari mulut AB di hadapan petugas polisi yang memeriksa AB dan isterinya Maryani Y. Rani, sontak saja isteri AB terkaget-kaget mendengar pengakuan AB itu, karena sepengetahuannya ia tidak pernah memberi izin untuk suaminya nikah/kawin dengan wanita manapun. Harusnya pengakuan/keterangan dari AB ini sudah dapat menjadi bukti kuat bagi Tim Pemsus BKPSDMD Touna untuk merekomendasikan Pemecatan kepada Bupati selaku Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK), karena dalam muatan ketentuan didalam PP 53 Tahun 2010 tentang Disiplin ASN, nikah siri tanpa persetujuan isteri masuk dalam kategori pelanggaran disiplin berat. Namun ini menjadi catatan Tim Pendamping isteri AB Maryani Y. Rani bila nanti putusannya tidak sesuai faka kejadian, maka Maryani Y. Rani dapat melakukan banding atas putusan tersebut, olehnya kasus ini harus senantiasa dikawal.

” Saya tidak akan tinggal diam, ” tegas Maryani Y. Rani kepada sumber Radar Sulteng.

Dari pantauan media ini, semakin hari, semakin kepanikan memuncak dari gestur tubuh AB, begitu juga ketika ada acara dikantornya (Bappeda Touna) beberapa waktu lalu, AB berusaha menenangkan diri dengan bernyanyi, karena hanya itulah yang dapat dilakukan AB menunggu putusan pidana dan putusan administratif atas perbuatan dugaan perselingkuhan yang ia lakukan bersama OA beberapa waktu yang lalu. Demikian pula dengan OA pemecatan adalah hukuman yang paling ringan untuknya (PP 53 Tahun 2010 tentang Disiplin ASN).

Menghadapi situasi demikian yang sangat rumit, karena kasusnya digerebek dan tangkap tangan di dalam kamar disebuah rumah warga (milik kakak AB) di kompleks BTN Uemolingku, Touna, AB mulai melakukan langkah-langkah antisipasi dengan melakukan lobi-lobi kebeberapa orang/pihak terkait agar kasusnya ini bisa diselesaikan dengan “jalan damai”, mulai dari usaha penghentian pemberitaan di koran, sampai pada pencabutan laporan di polisi dan BKPSDMD.

AB melalui fasilitasi pihak ketiga berusaha untuk melobi sang isteri Maryani Y. Rani untuk menerima tawaran yang oleh AB disebut “jalan damai.”

Menurut pengamat ASN lagi, tadinya sumber berfikir konsep “jalan damai” yang coba ditawarkan oleh AB adalah sebuah jalan keluar yang betul-betul damai, namun setelah dijelaskan apa isi itu jalan damai, maka betapa sangat terkejutnya isteri AB Maryani Y. Rani, jalan damai itu berisi bahwa AB bersedia akan menyelesaikan segala urusan keuangan dari usaha isteri AB dengan pihak-pihak lain, termasuk menyelesaikan kredit mobil truck yang merupakan penunjang usaha isteri AB. Sungguh jalan damai yang sangat menjijikan, bagaimana tidak, sesungguhnya AB itu membeli rumahtangganya sendiri, rumahtangga yang mereka bangun berdua selama 16 tahun dengan 3 orang anak.

” Darimana ide itu muncul, sungguh sangat tidak bermoral, dan sangat keji, bayangkan rumahtangga yang susah payah ia bangun bersama sang isteri dalam suka dan duka, kok tega-teganya “dia mau beli” pikiran kacau model apa ini. Panik-panik tapi jangan sampai sekeji ini, olehnya isteri AB Maryani Y. Rani setelah mendengar dan mengetahui jalan damai yang ditawarkan seperti itu, ia merasa harga dirinya sudah sangat terinjak-injak, dengan letupan emosi dia berkata, walau apa-pun yang terjadi, saya tetap pada pendirian dan keputusan saya, bahwa saya tidak akan mau dicerai sebagaimana surat pernyataan yang telah saya tandatangani dihadapan petugas pemeriksa di BKPSDMD Touna beberapa waktu, suratnya ada saya simpan, ” ulasnya.

“Selanjutnya saya tidak akan memberi surat izin kepada suami saya (AB) untuk dapat kawin/nikah lagi dengan wanita mana-pun juga dan tidak akan mencabut laporan saya di polisi dan BKPSDMD Touna, OA ini sudah keterlaluan, dahulu (September 2019) sudah ada surat pernyataan yang dia tandatangani yang isinya tidak akan melakukan perbuatan mengganggu suami dan rumahtangga kami. Namun, surat pernyataan tersebut ketika dicari arsipnya dikantornya Dinas Penanaman Modal dan PTSP Touna, surat pernyataan tersebut raib entah kemana, ada yang bilang, ada sama dia itu bu, ” jelas Maryani menambahkan penjelasannya.

Indikasi ini menunjukan bahwa OA memang sejak awal (September 2019) bermasalah secara psikis dan prilakunya terhadap urusan percintaannya, harusnya ini dijadikan pertimbangan khusus untuk menjatuhkan hukuman administratif kepada OA, perbuatannya ini sudah berulang-ulang dia lakukan, dan mengenai pelanggaran ini juga sangat jelas pula diatur didalam PP 53 Tahun 2010 tentang Disiplin ASN.

“Wahai Tim Pemsus, bukti dan pertimbangan apalagi yang ditunggu, bukankah kasus ini begitu terang benderang, masih adakah keinginan untuk memutarbalikan fakta yang ada, AB dan OA tinggal menunggu hari untuk putusan atas perbuatan mereka, media ini tak tinggal diam mengawal kasus ini hingga tuntas, sekecil apa-pun faktanya akan kami beritakan untuk masyarakat, karena masyarakat berhak untuk mendapatkannya, undang-undang menjamin itu, ” pungkasnya.(tim)

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.