7 Jam Diguyur Hujan, 40 Rumah Terendam Banjir

- Periklanan -

BUOL-Diguyur hujan selama 7 jam wilayah kabupaten Buol mengakibatkan satu desa Pinamula kecamatan Momunu di terjang banjir bandang.

Hujan yang turun sejak Selasa malam pukul 23.00 wita -pukul 06.00 pagi hingga sore harinya non stop tersebut merendam sedikitnya 40 rumah warga terendam air dengan volume ketinggian air mencapai lutut orang dewasa belum ada korban jiwa dari kejadian ini.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Buol terus melakukan pemantauan titik wilayah yang rawan banjir di daerah ini.

“Semua tim saat ini siaga di lapangan,” ungkap Yudhi Wahyudi S. Intam, Kepala Seksi  (Kasi) Kesiapsiagaan BPBD kepada Radar Sulteng di Posko utama Kelurahan Kali, Rabu (5/2).

Ia mengatakan, banjir yang terjadi di Desa Pinamula merupakan yang kedua kali dalam seminggu terakhir setelah diguyur hujan pekan lalu selama 5 jam dan terparah di banding yang terjadi saat ini.

- Periklanan -

Dari hasil peninjaun BPBD sebagian besar air masuk kepemukiman warga disebabkan karena meluapnya sungai Pinamula dan Permata Putih, sehingga banjir meluas.

Namun debit air yang merendam rumah-rumah penduduk tidak sampai berhari-hari. Setelah hujan redah air yang tadinya tergenang berangsur kembali surut, sehingga warga tidak ada mengungsi dan kembali ke rumah masing-masing.

Dijelaskannya dari semua kecamatan hanya desa Pinamula yang terkena dampak banjir desa-desa lain yang jadi sasaran banjir tetap situasi aman.

Meski demikian akibat banjir di desa itu beberapa fasilitas pemerintah rusak seperti pipa saluran air bersih di desa, bangunan kantor desa, sekolah, pustu tidak luput dari sasaran air.

BPBD bekerja sama dengan TNI/Polri tetap siaga dan waspada untuk mengamankan warga jika terjadi musibah yang tidak diminta-minta berikutnya, untuk penyaluran bantuan kedesa itu untuk sementara belum ada kecuali air bersih yang selalu disiapkan baik dari polres maupun dari pihak lain. “Untuk mengamankan desa itu dari ancaman banjir harus dilakukan normalisasi sungai, karena sudah dangkal rawan terjadi banjir jika musim penghujan,” demikian Yudhi. (tam)

 

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.