63 Anggota Polda Sulteng Terjaring Operasi Patuh

- Periklanan -

Anggota Propam Polda Sulteng saat menggelar Operasi Patuh Tinombala 2017 depan pintu masuk Mako Polda Sulteng. (Foto:Humas Polda Sulteng)

PALU- Mengawali pelaksanaan Operasi Patuh Tinombala 2017, Kepolisian Daerah (Polda) Sulteng melakukan penertiban internal anggota kepolisian. Khususnya yang berada di Mako Polda Sulteng. Kegiatan yang dilakukan pada 3 Mei 2017 oleh Propam Polda Sulteng. Dalam operasi tersebut, sebanyak 63 anggota kepolisian yang terjaring, dengan jenis pelanggaran yang berbeda-beda.

- Periklanan -

Kabid Humas Polda Sulteng AKBP Hari Suprapto mengatakan, penertiban internal kepolisian yang digelar mengawali Operasi Patuh Tinombala 2017 tersebut, ditemukan pelanggaran seperti tidak membawa surat kendaraan, spion, helm standar, dan surat izin mengemudi (SIM).

“Sebanyak 63 anggota yang terjaring dalam Operasi Patuh 2017 ini. Seperti yang dirincikan bahwa ada 7 anggota tidak dapat menunjukkan KTA, dan 12 anggota tidak memiliki kelengkapan nyata diri, seperti kendaraannya tidak menggunakan spion, TNKB standar dan helm standar. Serta 18 anggota tidak dapat menunjukkan SIM, sebab ada yang mengaku hilang, tertinggal, dan mati masa berlaku, dan tidak menunjukkan STNK sebanyak 19 anggota, seperti mati pajak kendaraan,” ungkap Kabid Humas Polda Sulteng, melalui pesan WhatsApp (WA), Kamis (4/5).

Menurut  AKBP Hari Suprapto untuk anggota polisi yang telah terjaring dalam Operasi Patuh Tinombala 2017, dilakukan penertiban internal. “Diberikan teguran dan peringatan untuk tidak mengulangi, dan melengkapi surat kendaraan bermotor,” terangnya.(cr3)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.