Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

6 Putra Putri Sulteng Berlomba ke Kancah Nasional

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

PALU – Yayasan dey Ante Yojo Pageant kembali memberangkatkan enam putra putri belia terbaik perwakilan Sulawesi Tengah (Sulteng) 2021. Mereka diantaranya Arif Arisandi Apriadi Sunisi, Jhorssevent Todengko, Siti Nurfaidah, Miranti Artika Prameswari, Janita Ayu Padmarini, dan Afifah Keys Amarsha dalam pentas duta nasional yang akan diselenggarakan di Bandung Provinsi Jawa Barat, tentang advokasi satwa liar, konservasi alam dan pariwisata.

Pada Press Conference, Meet and Greet Putra Putri Belia Sulteng 2021 di Atrium Palu Grand Mall, Minggu (14/11) malam, enam perwakilan Duta Sulteng ini menampilkan bakat mereka, seperti pentas model busana, memberikan pengetahuan berkaitan dengan advokasi satwa liar dan konservasi alam, serta menampilkan tarian tradisional Sulteng.

Ketua Yayasan dey Ante Yojo Pageant Iskandar Zulkarnain menyampaikan, bahwa pihaknya telah menyelenggarakan beberapa kegiatan sejak tahun 2013 hingga saat ini. Semua pengalaman yang dilalui bisa memicu untuk terus bisa semangat dan berinovasi dalam ajang pemilihan duta.

“Saat ini kami kembali membuka pintu untuk ke tingkat nasional, dengan berbagai pertimbangan, dan adanya materi dan advokasi yang disampaikan kepada saya, semua berjalan dengan lancar,” katanya.

Lanjutnya, dengan agenda pemberangkatan ke Bandung nantinya pad 23 November 2021 mendatang, hingga saat ini kesiapan persentasi sudah mencapai 80 persen, sisanya tinggal persiapan kecil seperti kostum dan belajar kembali mengenai advokasi.

“Harapannya semua bisa berjalan dengan lancar, dimana ada persiapan satu hari jelang lomba,” ujar Iskandar.

Target sendiri kata Iskandar, pihak yayasan tidak berharap untuk menjadi juara satu, namun peserta harus bisa memberikan yang terbaik. “Tidak juara bukan masalah bagi saya, yang terpenting mereka sudah belajar,” tambahnya.

Iskandar menambahkan, bahwa dalam ajang duta ini adalah ajang pembelajaran dan edukasi. Dimana kedepannya akan dilibatkan dalam kegiatan dimana advokasi para duta adalah satwa liar, kawasan konservasi alam dan pariwisata.

“Jadi mereka sudah terbiasa, dimana kami sering melibatkan putra putri pada kegiatan sosialisasi sosial, dan lingkungan, juga pariwisata,” tutupnya. (who)

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.