Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

5 Teknologi Informasi yang Digunakan pada Pemilihan Serentak Tahun 2020 dan Persiapan Menyongsong Pemilu Serentak Tahun 2024

Oleh : Ovelio Layuk, S.IP., M.Si. *)

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

PESTA demokrasi di Indonesia tidak lama lagi akan digelar. Sedikit menarik dari sebelumnya. Dimana di tahun 2024 nanti akan diselenggarakan secara serentak. Bukan hanya Pemilu Nasional memilih Presiden, DPD dan DPR RI Pusat dan Daerah tetapi juga akan diselenggarakan Pemilu Lokal yakni pemilihan Gubernur, Walikota dan Bupati secara serentak di tahun yang sama yakni pada tahun 2024.

Tentu ini bukan hal yang mudah bagi penyelenggara pemilu seperti KPU dalam menyelenggarakan pesta demokrasi dengan sekaligus, apalagi ini yang pertama kali dilakukan.

Berkaca pada pemilu sebelumnya, KPU menjadi sorotan dengan banyaknya penyelenggara pemilu yang meninggal akibat beban kerja yang terlalu berat. KPU juga ditengarai tidak independent, manipulasi data, curang, tidak professional dan lain-lain.

Olehnya itu pemanfaatan teknologi menjadi suatu keharusan dalam pelaksanaan pemilu 2024 mendatang. Teknologi informasi mampu mempermudah dan meringankan beban penyelenggara dalam melaksanakan pemilu yang begitu kompleks dengan memudahkan dalam pelaksanaan tahapan-tahapan dan dapat mengurangi risiko kecurangan.

Berikut jenis teknologi informasi yang digunakan KPU sebagai alat dukung pada pemilihan serentak tahun 2020 dan persiapan menyongsong pemilu tahun 2024.

Pertama, SIDALIH. Sistem informasi data pemiih. Merupakan sistem yang digunakan untuk memproses data pemilih hasil pemutakhiran oleh petugas PPDP pada masa pencoklitan sampai dengan penetapan DPT. Tujuannya adalah untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat melalui pendataan pemilih.

Aplikasi ini mengalami pembaharuan dengan system sidalih berkelanjutan, dimana telah mengalami pengembangan sistem, fungsi dan cara penggunaannya lebih baik. Harapannya adalah data menjadi semakin akurat, transparan dan memudahkan masyarakat dalam mengakses dan mengawasi kinerja penyelenggara. Aplikasi ini memudahkan masyarakat untuk bisa mengecek data masyarakat yang bisa memilih pada pemilu tahun 2024.

Kedua, SILON. Merupakan aplikasi yang digunakan untuk memudahkan dalam proses pencalonan. Proses itu mulai dari pendaftaran calon, verifikasi faktual calon sampai dengan penetapan dan publikasi calon-calon itu sendiri. Silon menjadi pintu untuk membuka ke publik soal data-data calon. Aplikasi ini merupakan bentuk transparansi dan upaya KPU dalam membangun integritas serta kualitas proses pemilu.

Ketiga, SIPOL. Digunakan untuk mendukung kerja partai politik dan penyelenggara pemilu dalam melakukan pendaftaran, penelitian administrasi dan verifikasi factual terhadap pemenuhan persyaratan menjadi peserta pemilu. Sipol sejatinya adalah sebagai pintu masuk bagi partai politik untuk menata tata Kelola keanggotaan dan kepengurusan menjadi lebih rapi dan terdigitalisasi. Sipol pada pemilu tahun 2019 digunakan partai politik sebagai salah satu syarat untuk ikut sebagai peserta pemilu.

Aplikasi ini menarik karena bisa mendeteksi data ganda keanggotaan partai politik. Bisa mencegah anggota partai politik yang suka jadi kutu loncat. Yang potensi konfliknya bisa di minimalisir.

Keempat, SIREKAP. Sebuah system informasi rekapitulasi elektronik yang digunakan untuk mengedepankan prinsip transparansi dan akuntabilitas. Walaupun penggunaaan sirekap hanya sebatas untuk membantu percepatan kerja KPU dan mempublikasikan hasil penghitungan suara. Sirekap untuk pertama kalinya digunakan pada pemilihan serentak tahun 2020. Walaupun pada pemilu sebelumnya sudah pernah diterapkan untuk keperluan publikasi hasil pemungutan suara dengan nama SITUNG.

Cara kerjanya adalah akan menyediakan informasi yang bisa langsung diakses masyarakat dan peserta pemilu melalui aplikasi. Gambaran umum hasil pemilihan bisa diketahui lebih cepat meskipun isinya tidak menjadi penentu pada pemilihan 2020. Dengan demikian proses kecurangan bisa diminimalisir karena data bisa langsung diakses dengan mudah dan cepat.

Kelima, SIDAKAM. Adalah aplikasi yang digunakan peserta pemilu untuk menyampaikan laporan dana kampanye yang digunakan. Tujuannya adalah peserta pemilu dapat melaporkan penggunaan dana kampanyenya ke public dari mana sumber dan penggunaannya.

Adapun laporan di dalamnya adalah laporan awal dana kampanye, laporan penerima sumbangan dana kampanye dan laporan penerimaan dan pengeluaran dana kampanye. Dan sanksi bagi peserta pemilu jika tidak melaporkan adalah dapat di diskualifikasi sebagai peserta pemilu.

Untuk pemilu tahun 2024 beberapa teknologi informasi di atas masih sementara dalam pembahasan untuk mendapatkan paying hokum terutama agar regulasi terkait penggunaaan teknologi dalam pemilu bisa berkekuatan hukum yang kuat selain penggunaan teknologi ditingkatkan dan disempurnakan demi tercapainya tata Kelola pemilu yang lebih baik.

Itulah deretan teknologi informasi yang digunakan oleh KPU sebagai penyelenggara pemilu untuk menyelenggarakan pesta demokrasi secara transparan, professional dan bermartabat, agar pemilu dan pemilihan serentak tahun 2024 berlangsung dengan aman dan damai.

*) Penulis adalah ASN KPU Kabupaten Tolitoli.

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.