Kedalaman Kemiskinan di Daerah Perkotaan Naik

- Periklanan -

Ilustrasi warga miskin di Palu. (@bmzIMAGES)

PALU – Besar kecilnya jumlah penduduk miskin sangat dipengaruhi oleh Garis Kemiskinan (GK), karena penduduk miskin adalah penduduk yang memiliki rata-rata pengeluaran per kapita per bulan dibawah Garis Kemiskinan.

Periode Maret 2016 – September 2016, akselerasi Garis Kemiskinan naik sebesar 1,89 persen, yaitu dari Rp375.659, pada bulan Maret 2016 menjadi Rp. 382.775, pada bulan September 2016. Dengan memperhatikan komponen Garis Kemiskinan, yang terdiri dari Garis Kemiskinan Makanan (GKM) dan Garis Kemiskinan Non Makanan (GKNM), terlihat bahwa peranan komoditas makanan meskipun sedikit menurun namun masih jauh lebih besar dibandingkan peranan komoditas bukan makanan seperti perumahan, sandang, pendidikan, dan kesehatan.

- Periklanan -

“Pada Maret 2016, sumbangan GKM terhadap GK sebesar 77,17 persen, turun menjadi 76,16 persen pada September 2016,” ungkap Kepala Badan Pusat Statistik Provinsi Sulawesi Tengah Faizal, beberapa waktu lalu.

Sedangkan kata Faizal, dimensi lain yang perlu diperhatikan selain jumlah dan persentase penduduk miskin adalah tingkat kedalaman dan tingkat keparahan kemiskinan. Pada periode Maret 2016 – September 2016, Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) menunjukkan penurunan dari 2,72 pada Maret 2016 menjadi 2,28 pada September 2016.

Hal tersebut jelasnya, menunjukkan bahwa rata-rata pengeluaran penduduk miskin cenderung mendekati garis kemiskinan atau ke arah yang lebih baik. Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) untuk daerah perkotaan mengalami kenaikan dari 1,89 menjadi 1,93, sementara daerah pedesaan menunjukkan penurunan dari 3,01 menjadi 2,40 (tabel 3).

“Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) secara umum juga turun dari 0,73 menjadi 0,56 pada periode yang sama. Hal tersebut menunjukkan ketimpangan pengeluaran penduduk miskin semakin mengecil. Nilai Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) untuk perkotaan pada bulan Maret 2016 sebesar 0,53 naik menjadi 0,56 pada bulan September 2016. Sementara di daerah perdesaan pada periode yang sama angka indeks tersebut mengalami penurunan dari 0,79 menjadi 0,56,” tandasnya. (hqr)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.