400 Pegawai RSU Anutapura Dirumahkan

Pemasukan Menurun dari Rp10 Miliar Menjadi Rp1,1 miliar.

- Periklanan -

PALU-Penurunan penghasilan Rumah Sakit Umum (RSU) Anutapura Palu berdampak pada ratusan pegawai non PNS yang harus dirumahkan. Dari total 800 lebih pegawai non PNS di RSU Anutapura, sebanyak 400 pegawai terpaksa dirumahkan.
Direktur RSU Anutapura Palu dr H Ruslan Ramlan Ramli SpS menuturkan gempa lalu merusak sekitar 70 persen bangunan rumah sakit. Dampaknya kata dr Ruslan, rumah sakit mengalami penurunan pemasukan dari sebelumnya mencapai Rp10 miliar, kini hanya bisa menyentuh Rp1,1 miliar.
“Jadi bagaimana mi (sudah) cara menggaji tenaga honorer,” kata dr Ruslan saat ditanya wartawan Radar Sulteng mengenai merumahkan besar-besaran pegawai di RSU Anutapura, kemarin (22/1).
Meski demikian, Ruslan juga mengaku turut merasakan apa yang dirasakan para pegawai yang terkena dampak dirumahkan. Hanya saja saat ini memang kata dia, pemasukan rumah sakit sudah sangat jauh merosot. Bahkan menurutnya dari hitung-hitungan, jumlah Rp1,1 miliar itu saja tidak cukup untuk pembiayaan operasional rumah sakit. dr Ruslan merinci, total jumlah tempat tidur pasien di RSU Anutapura sebelum gempa sebanyak 553. Kini kata dia, hanya tersisa 200 tempat tidur. Sekarang sambung dokter spesialis saraf ini, gedung-gedung rumah sakit yang masih bisa diperbaiki sedang dikerjakan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyar (PUPR) RI. Dia berjanji jika keadaan sudah pulih, 400 pegawai non PNS yang dirumahkan itu akan dipanggil kembali.
“Kalau sudah bagus itu, kita masukan lagi tempat tidur. Karena ada juga bantuan tempat tidur dari PUPR. Ada 100 biji. Tapi itu belum ada tempatnya. Jadi harus dulu bagus gedungnya, baru kasi masuk. Tambah mi volume pelayanan. Kalau volume pelayanan bertambah, kita tambah kuat juga untuk bayar honor. Jadi bertahap kita panggil lagi masuk ulang. Akhirnya nanti 100 persen masuk ulang,” demikian jelas dr Ruslan. (saf)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.