Portal Berita Online koran Harian Umum Radar Sulteng. Berbasis di Palu, Sulawesi Tengah dan merupakan Jaringan Media Jawa Pos National Network (JPNN)

4 Siswa SMPN 12 Palu Siap Harumkan Nama Sulteng

PALU-Prestasi membanggakan kembali diukir SMP Negeri 12 Palu setelah tahun lalu sukses mewakili Provinsi Sulteng di tingkat nasional bersaing dengan provinsi-provinsi lain pada lomba debat Bahasa Indonesia di Jakarta. Kali ini, 4 sekaligus siswa SMP Negeri 12 akan mewakili Sulteng pada perlombaan tingkat nasional.

“Ada 4 siswa kami berangkat ke Jakarta untuk lomba dan pertandingan tingkat nasional. Pertama, Lina Astika yang akan mengikuti lomba Kuis Ki Hajar di Jakarta, kemudian Mohamad Safri S Mahmud, Syalwan Messi Lasambu, dan Aldi yang akan mengikuti Indonesia Farmel Cup usia 13 tahun di stadion Gelora Bung Karno Jakarta. Hal ini merupakan sebuah prestasi dan kebanggaan tersendiri bagi kami sebagai salah satu sekolah di pelosok,” kata Kepala SMP Negeri 12 Palu, Yusri SPd MPd kepada Radar Sulteng ditemui di ruang kerjanya, beberapa waktu lalu.

Ditanyakan tentang persiapan Lina untuk menghadapi lomba di tingkat nasional, Yusri mengatakan bahwa sekolah memberikan pendampingan dan pembinaan khusus agar Lina dapat mengikuti lomba dengan hasil yang memuaskan.

“Target kami untuk Lina bisa masuk 10 besar nasional,” harapnya.

Selain akan memotivasi teman-temannya di sekolah, tentunya prestasi Lina Astika ini juga menjadi kebanggaan tersendiri bagi orang tua dan keluarganya. Saat ini Lina masih dalam pembinaan untuk memperdalam kemampuan akademiknya sebagai salah satu tes yang akan diujikan pada lomba nantinya.

“Jadi nanti ada tahap pemaparan penelitian menggunakan video yang harus dibuat sendiri berdurasi maksimal 3 menit dan hal itu sudah selesai dibuat Lina. Selain itu ada tes akademik untuk Matematika, Bahasa Inggris, dan IPA, untuk tes akademik ini pun kami yakin Lina bisa lalui,” terang Yusri.

Kepada Radar Sulteng, Lina Astika menjelaskan judul penelitiannya yang akan disampaikan pada lomba nantinya ialah Smart Water atau dalam bahasa lokalnya disebut Napande Uve : Pemanfaatan Limbah Air Wudhu untuk Penghijauan di SMP Negeri 12 Palu.

Lina mengaku risih melihat air wudhu yang mengalir begitu saja dan langsung meresap ke tanah tanpa dimanfaatkan. Padahal lingkungan sekolah kata dia butuh air untuk penghijauan.

“Lingkungan sekolah gersang. Tapi bekas air wudhu langsung jadi air tanah karena tidak ditampung. Saya punya ide bagaimana kalau air itu dibuatkan penampungannya, untuk menyiram tanaman,” kata Lina.

Program Lina ini sudah diterapkan di taman depan SMP Negeri 12 Palu. Air dari tempat wudhu dihubungkan pipa yang mengalir ke tempat penampungan dan ketika pada batas tertentu, air akan terpancar otomatis menggunakan alat di dalam penampungan sehingga langsung menyiram tanaman.

“Untuk lomba insya Allah sudah siap. Papa juga kasih semangat terus untuk belajar. Saya jadi makin semangat untuk belajar,” ucapnya.

Tidak hanya unggul dalam hal akademik. Di bidang olahraga, siswa SMP Negeri 12 Palu punya potensi yang luar biasa. Buktinya, 3 siswa sekolah menengah pertama yang berada di Kelurahan Layana Indah ini terpilih mewakili Sulteng pada ajang sepakbola bergengsi yang dilaksanakan di Stadion Utama Gelora Bung Karno 24-27 Oktober.

“Kami memetakan dan selalu mendorong semua siswa untuk menggali potensinya walaupun fokus utama program sekolah adalah pengembangan bahasa Inggris. Sebagai bentuk pencapaian program yang telah dilakukan SMP Negeri 12 Palu selain kelas bahasa Inggris, baru saja juga telah dilaksanakan English Camp sebagai kegiatan untuk melatih siswa-siswi berbahasa Inggris dengan kondisi yang fun dan menyenangkan. Kegiatan tersebut didesign dengan permainan dan game bahasa Inggris yang sangat menarik sehingga semua siswa dapat menggunakan bahasa Inggris tanpa beban atau terformat secara formal. Selain itu, program International English Class juga menjadi salah satu andalan SMP Negeri 12 Palu dimana para siswa berkomunikasi langsung dengan siswa Manor Lakes College di Merlbourne-Australia. Teleconference ini dilaksanakan lewat Skype sebagai bagian dan upaya kami untuk meningkatkan kemampuan siswa dan siswi kami berkomunikasi dengan native speaker yang tentunya untuk menuju sekolah berbasis bahasa Inggris pula,” pungkasnya. (saf)

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.