alexametrics 38 Anak Yatim Piatu dari Tiga Desa di Sigi Diberi Santunan – Banyumas Cyber Team
Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

38 Anak Yatim Piatu dari Tiga Desa di Sigi Diberi Santunan

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Secara simbolis ustad Sagir bersama Agus Lamakarate saat mengawali pengusapan di kepala anak Yatim Piatu di Sidera, Minggu (14/8).
Panitia Santunan tiga desa foto bersama dengan Ustad Sagir M Amin.

SIGI, Radarsulteng.id  – Sebanyak 38 anak yatim piatu yang berasal dari tiga desa di Kabupaten Sigi yakni, Sidera, Jonooge dan Lolu diberikan santunan oleh majelis taklim dari tiga desa tersebut. Kegiatan santunan dilaksanakan setiap tahun pada bulan Muharram atau setelah pelaksanaan hari raya Idul Adha 1444 H.

Ketua Panitia kegiatan, Zulfan menjelaskan, kegiatan santunan anak Yatim Piatu rutin dilaksanakan setiap tahun. Kegiatan terhenti saat wilayah Palu, Sigi dan Donggala dilanda bencana alam gempa bumi dan likuifaksi 28 September 2018 lalu dan juga pandemi Covid.

”Sudah 17 kali pemberian santunan anak yatim piatu. Alhamdulilah bisa kita laksanakan kembali setelah bencana alam dan pandemi Covid. Kegiatan hari ini sudah yang ke 17 kalinya,” jelas Zulfan didampingi bendahara kegiatan, Hendra, Minggu (14/8).

Untuk tahun ini kata Zulfan, jumlah anak yang diberi santunan ada 38 orang dari tiga desa yakni, Sidera, Jonooge dan Lolu. Dari jumlah tersebut katanya ada anak yang orangtuanya meninggal saat bencana alam 28 September 2018 lalu.

”Kepada Majelis Ta’lim Desa Lolu, Jonooge dan Sidera, kami mengucapkan terimakasih banyak atas kerjasamanya. Semoga kebersamaan dan kepedulian kita menyantuni anak yatim piatu mendapat balasan dari Alloh,” ungkap Zulfan dihadapan majelis Ta’lim.

Selaku ketua Panitia, Zulfan juga menjelaskan bahwa dana santunan yang dikumpulkan dari majelis Ta’lim tiga desa pemanfaatannya  jelas dan bisa dipertanggungjawabkan. Pihaknya juga menjelaskan bila mana ada jamaah yang hendak memberikan langsung santunan kepada anak anak Yatim Piatu dibolehkan asal semua anak yatim mendapat bagian yang sama dengan harapan tidak menimbulkan pertanyaan.

Fatin Nabila (12), dan Pranaja Kayan Rizki (4) diantara anak yatim yang menerima santunan diketahui bahwa orangtuanya meninggal saat bencana alam 28 September 2018 lalu.

Kepada Radar Sulteng Fatin yang mengaku duduk di bangku kelas 6 sekolah dasar di Desa Loru mengatakan bahwa, ibunya meninggal akibat tertimpa bangunan rumah saat terjadi gempa 28 September 2018 lalu.
Demikian halnya Pranaja (4) diketahui menjadi anak yatim akibat ayahnya meninggal saat terjadi gempa 28 September 2018.

”Saat terjadi musibah gempa Praja usianya baru sekira 4 bulan. Ayahnya tertindis bangunan karena menyelamatkan anak dan istrinya,” ujar Dewi Hartatik orangtua Praja ditemui terpisah.

Yang membuat  undangan tambah guyub dalam hal ini majelis Ta’lim tiga desa yang hadir saat itu, ketika Ustad Drs Sagir M Amin MPdi yang didapuk memberikan tauziah menjelaskan manfaat menyantuni anak yatim piatu.

”Bagi yang menyantuni anak Yatim piatu nantinya akan mendapat safaat dari Nabi Muhammad SAW dan diibaratkan jaraknya seperti jari manis dan telunjuk.
Siapapun yang peduli dengan anak yatim piatu maka akan disenangi Rasullullah dan akan mendapatkan safaat insha Alloh surga imbalannya,” tegas Sagir M Amin Wakil Ketua MUI Palu.

Ustad Sagir yang juga pengurus FKUB Sulteng memberikan Apresiasi terhadap masyarakat tiga desa  yakni Sidera, Jonooge dan Lolu yang melaksanakan santunan tiap tahun.
Biasanya kata Sagir, kegiatan seperti ini hanya dilakukan organisasi namun di Kabupaten Sigi ini luar biasa karena yang menyelenggarakan majelis Ta’lim yang ada di desa tersebut.

Apa yang dilakukan menjelis Ta’lim Sigi kata Sagir meneladani Nabi Muhammad  SAW dan Nabi Ibrahim AS tentang kepekaan yaitu menanamkan kepedulian terhadap situasi dan kondisi sekitarnya.

”Nabi Ibrahim disebut kekasih Alloh karena setiap hari sebelum makan selalu menunggu orang yang lewat untuk diajak makan. Nabi belum makan sebelum memberi makan orang lain,” demikian Drs Sagir M Amin MPdi yang juga Dosen Tarbiyah UIN Palu.

Pemberian santunan dipusatkan di musalla Darul Istiqomah Desa Sidera dan dihadiri tokoh masyarakat setempat dan juga mantan pejabat Pemkab Sigi, Agus Lamakarate serta undangan lainnya. (lib)

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.