35 Orang Tidak Masuk Manifes KM Fungka Permata V, Kapal yang Terbakar di Laut Banggai

- Periklanan -

FORKOMARTIMIM BANGGAI
TERBAKAR : Foto kapal KM Fungka Permata V saat terbakar di tengah laut.

PALU – Mengingat cuaca tidak bersahabat dan kondisi malam, pencarian delapan orang penumpang KM Fungka Permata V yang tenggelam di laut lepas desa Togong Sagu, Kecamatan Bangkurung, Kabupaten Banggai Laut, Sulawesi Tengah, dihentikan sementara.
Kapolres Banggai Laut AKBP Idham Mahdi SIK, MAP kepada Radar Sulteng, tadi malam mengatakan, untuk sementara pencarian ke delapan penumpang KM Fungka Pertama V dihentikan. Alasannya, selain karena sudah malam, juga kondisi di laut lepas Kecamatan Bangkurung tidak bersahabat. ‘’Besok pagi pencarian korban akan kami lakukan bersama tim gabungan dari Basarnas maupun aparat terkait,’’ ungkap Idham Mahdi yang mengaku masih berada di posko korban selamat di Pelabuhan Banggai Laut.

Mantan pejabat Cyber Crime Polda Sulteng itu menjelaskan, dari 146 orang data penumpang KM Fungka Permata V, hanya 91 orang terdaftar di manifes. Sedangkan sebanyak 35 orang penumpang tidak terdaftar. Hingga tadi malam dilaporkan Kapolres Idham, ada 126 orang penumpang yang berhasil diselamatan tim gabungan maupun para nelayan yang kebetulan berada di sekitar lokasi kejadian. ‘’Untuk korban meninggal dunia sebanyak 12 orang penumpang. Sedangkan yang belum ditemukan sebanyak 8 orang,’’ tegas Kapolres meluruskan simpang siurnya informasi di lapangan.
Masih kata Kapolres Idham, ke 12 orang meninggal itu sudah diketahui namanya 10 orang. Sementara 2 orang masih belum diketemukan. (lihat grafis). Korban yang selamat maupun yang sudah meninggal saat ini telah dievakuasi ke pulau terdekat, pulau togong Sagu, kecamatan Bangkurung Kabupaten Banggai Laut. Pulau Togong Sagu merupakan salah satu pulau terluar kabupaten Banggai Laut yang berdekatan dengan kabupaten Taliabu, Provinsi Maluku Utara.

Terkait proses penyelidikan dikatakan Idham Mahdi, akan dilakukan setelah proses pencarian para korban dinyatakan tuntas. Target pertama, penyelamatan para korban yang belum ditemukan. Apalagi, kondisi para korban yang selamat belum memungkinkan untuk dimintai keterangan. ‘’Untuk sementara tenggelamnya KM Fungka Pertama karena terbakar. Sejumlah ABK sudah kita data identitasnya. Yang jelas hasil penyidikan yang bisa memastikan musibah tenggelamnya KM penumpang tersebut ,’’ sebutnya seraya mengatakan, pihaknya belum tahu apakah kapal penumpang tersebut juga membawa muatan berbahaya.

- Periklanan -

Sementara dari data yang dihimpun Radar Sulteng kronologis terbakarnya KM Fungka Pertama V terjadi sekira pukul 16.45 wita di Kabupaten
Balut. Bahwa telah diperoleh informasi terkait terbakarnya KM Fungka Permata V di Perairan Laut Wilayah Desa Togong Sagu, Kecamatan, Bangkurung Kabupaten Balut.
Terbakarnya KM Fungka diperoleh informasi melalui sambungan radio milik Syahbandar Pelabuhan Banggai Laut saat sedang berlayar di perairan laut wilayah Desa Togong Sagu Kecamatan Bangkurung Kabupaten Balut.
Awalnya KM. Fungka Permata V berangkat dari Pelabuhan Raha Kabupaten Muna, Provinsi Sulawesi Tenggara dan rencana menuju ke Pelabuhan Banggai Laut (transit) dan ke pelabuhan Taliabo, Maluku Utara dengan jumlah manifes kapal yakni penumpang, 91 orang dan ABK 10 orang.
Lokasi TKP terbakarnya KM. Fungka Permata V berjarak sekitar 4 sampai 5 jam perjalanan menggunakan speed dari kota Banggai ibu kota Kabupaten Balut dan juga lokasi tersebut tidak terdapat jaringan komunikasi dan internet. Komunikasi hanya dapat menggunakan radio kapal.

Data Korban Meninggal

Dewasa :
1.Lk. La Kaoni Alamat Bau-Bau
2. Pr. Wa Nari Alamat Bau-Bau
3. Pr. Maini Alias Mama Ian Alamat Pasipa Kab.Taliabu
4. Pr. Wa upele Alamat bau bau
5. Pr. Nursamsi alias mama ikbal Alamat taliabu
6. Pr. Wa Ode Masriana
7. Pr. Wa Sihiyange
8. Pr. Wa Ode Supiati

Anak-Anak :
1.Lk. Muh. Irwan 2 Thn Alamat Taliabu
2.Lk. Muh. Arsan 2 Bln Alamat Taliabu.

Sementara Kepala Kantor SAR Palu, Basarno menyebutkan data terbaru yang diperolehnya korban selamat KM Fungka Permata V sebanyak 126 orang, meninggal 12 orang dan hilang 7 orang. Untuk yang meninggal masih belum terdata secara keseluruhan identitasnya, tetapi terdapat dua bayi yang merupakan kakak beradik bernama Muh Arsan dan Muh Irwan. Kata Basrano, manifest untuk penumpang yang tercatat sebanyak 91 orang, ditambah dengan ABK 10 orang. Namun, kenyataannya data korban yang ditemukan pada Sabtu kemarin, baik itu yang selamat maupun meninggal berjumlah 138 orang. Diantara 12 korban yang meninggal masih belum diketahui apakah penyebabnya, apakah karena terbakar atau ada penyebab lain.
“Artinya ada selisih 37 orang dari data manifest dengan hasil yang ditemukan,” terang Basrano kepada Radar Sulteng, Sabtu (15/9).
KM Fungka Permata V berangkat dari Kabupaten Bau-bau, Sulawesi Tenggara, dengan mengangkut 87 orang, kemudian 4 orang berikutnya naik dari Kabupaten Muna. Rencana KM Fungka menuju ke Pelabuhan Banggai Laut (transit) dan ke pelabuhan taliabo, Maluku Utara.
Namun tepatnya di arah 6 mil atau 12 kilometer dari Pulau Togong Sagu, Kecamatan Bangkurung, Kabupaten Banggai Laut, Sulawesi Tengah, kapal motor ini terbakar. Kepulan asap hitam tebal melambung tinggi, sehingga dilihat oleh masyarakat dari Pulau Togong Sagu. Radio milik Syahbandar Pelabuhan Banggai Laut menerima informasi pukul 16.45 wita terkait terbakarnya KM Fungka Permata V.
“Salah satu keterangan dari ABK kapal ada korsleting di kamar mesin mulai dari aki, lalu kemudian ada juga informasi pendingin yang tidak maksimal. Tetapi saya tidak ingin berspekulasi terkait penyebabnya, karena nanti dipastikan kembali dengan penyidikan lebih lanjut oleh KNKT. Sejauh ini belum ada tim dari KNKT ke lokasi. Tim Sar masih fokus ke proses pencarian dan penyelamatan,” jelasnya.
Saat terbakar, lanjut Basrano kapal sudah tidak dapat dievakuasi dan beberapa waktu berikutnya karam di dasar laut. Dirinya tidak mengetahui secara pasti berapa lama posisi setelah terbakar dan kemudian karam. Untuk penumpang yang selamat sebanyak 126 korban itu diselamatkan oleh warga, nelayan dan aparat desa dari Pulau Togong Sagu. Selanjutnya, Sabtu pagi kemarin 126 korban selamat ini dievakuasi dari Pulau Togong Sagu menggunakan KM Apollo Express menuju posko di Pelabuhan Banggai Laut.
“Hari ini (kemarin, rd) ada dua korban yang ditemukan meninggal, salah satunya kondisinya terbakar. Kedua korban ini tidak mengenakan life jacket. Saya tidak ingin berspekulasi terkait persedian life jacket sendiri, hanya yang jadi pertanyaannya adalah penumpang saat itu masih sempat mengambil atau tidak, dan dari 126 korban yang selamat ada yang pakai life jacket dan tidak,” tuturnya.
Kapal yang terlibat selain masyarakat dan nelayan setempat untuk melakukan pencarian dan evakuasi dari pagi sampai sore hari menggunakan KM Permata 7 milik perusahaan yang sama dengan KM Fungka Permata V dan KM Sar Pacitan milik Basarnas tepatnya dari Kendari. Sabtu malam pencarian dihentikan dan dilanjutkan pada esoknya. Untuk cuaca di sekitar Pulau Sagu menurut Basrano masih mendukung untuk pelaksanaan operasi SAR. Hanya memang kendala tim SAR adalah kendala komunikasi. Pihaknya sudah menggunakan telepon satelit, tetapi tetap saja bermasalah. Radio pun terbatas, hanya dibeberapa spot yang dapat terhubung melalui radio. “Terkendalanya komunikasi ini membuat terlambatnya tim Sar dalam mengumpulkan data korban dan informasi,” terangnya. (lib/acm)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.