Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

34 Rumah Sakit di Sulteng Bermitra dengan Jasa Raharja

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

PALU –  Jasa Raharja dalam memberikan perlindungan dasar kepada korban kecelakaan lalu lintas jalan dan angkutan umum selalu berupaya untuk memberikan pelayanan yang terbaik.
Hal ini di sampaikan oleh Kepala PT Jasa Raharja Cabang Sulawesi Tengah, Hendra Yudistira, SE.,MM.,QWP  “Kami menginstruksikan kepada seluruh karyawan agar senantiasa siaga apabila terjadi kecelakaan lalu lintas jalan. Sehingga apabila ada korban meninggal dunia yang kasusnya terjamin Jasa Raharja, dapat diselesaikan dalam waktu maksimal 1 hari dan memastikan korban luka-luka dijaminkan biaya rawatannya ke pihak rumah sakit”.

Sampai dengan Oktober 2021, PT Jasa Raharja Cabang Sulawesi Tengah telah bermitra atau bekerja sama dengan 34 Rumah Sakit. Hal ini sebagai wujud negara hadir melalui Jasa Raharja yang secara proaktif dan kolaboratif meringankan beban pasien dengan proses penjaminan biaya rawatan korban ke pihak rumah sakit sehingga apabila terdapat korban kecelakaan, maka Jasa Raharja langsung menerbitkan surat jaminan sampai dengan batas maksimal Rp20 juta dan korban yang telah dijamin Jasa Raharja sudah tidak perlu mengeluarkan dana pribadi untuk membayar ke Rumah Sakit karena pihak rumah sakit yang nantinya akan menagihkan biaya rawatan ke Jasa Raharja. “Saat ini Jasa Raharja telah mencapai 93,59% proses penyerahan santunan luka-luka diserahkan dengan mekanisme overbooking (penjaminan) ke rumah sakit, sehingga saat ini korban sudah minim yang mengajukan klaim secara pribadi (reimbursement),” ujar Hendra.

Kepala PT Jasa Raharja Cabang Sulawesi Tengah, Hendra Yudistira, SE.,MM., QWP mengatakan sampai dengan Oktober 2021, penyerahan santunan bagi korban kecelakaan lalu lintas jalan sebesar Rp. 19,72 Miliar. Penyerahan santunan ini mengalami penurunan sebesar 8,61% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya karena terdapat kebijakan PPKM yang membatasi mobilitas masyarakat secara langsung berdampak terhadap penurunan tingkat laka lantas.

Walau angka penyerahan santunan mengalami penurunan, namun tidak mengurangi tanggung jawab Jasa Raharja untuk menyerahkan santunan kecelakaan lalu lintas kepada korban/ahliwaris dan berupaya untuk terus mengoptimalkan daya serap kepada setiap korban kecelakaan yang tercatat dalam laporan kejadian kecelakaan dari Instansi yang berwenang dengan penanganan yang mudah, cepat dan tepat melalui sinergi yang dijalin untuk kemudahan dan kecepatan pelayanan santunan, seperti sinergi dengan BPJS Kesehatan, Korlantas Polri, Ditjen Dukcapil dan Perbankan. Dengan demikian masyarakat hanya perlu melaporkan kecelakaan kepada kepolisian, selanjutnya Jasa Raharja yang bekerja.

Dalam upaya meningkatkan pelayanan, Jasa Raharja juga melakukan penyerahan santunan dengan sistem cashless, di mana santunan langsung ditransfer ke rekening korban/ ahli waris korban. Jasa Raharja telah bekerja sama dengan bank pemerintah sehingga pembayaran bisa dilakukan pada hari Sabtu/ Minggu/ hari libur.

“Kami terus mengevaluasi pelayanan kami secara periodik dan senantiasa beradaptasi dengan kondisi terkini, di mana seperti yang kita ketahui bersama bahwa kita semua dituntut untuk mengedepankan teknologi digital, namun tanpa mengurangi unsur human touch dan kualitas pelayanan. Sehingga diharapkan hak dan kewajiban masyarakat terkait asuransi Jasa Raharja dapat terpenuhi,” tutup Hendra. (*/lib)

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.