32 Saksi Dihadirkan di Persidangan Kasus Gernas Kakao

- Periklanan -

DIPERIKSA: Inilah para saksi dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi Gernas Kakao yang diperiksa dalam sidang yang berlangsung di Pengadilan Negeri Palu, Senin (20/2). (Foto: Sudirman)

PALU – Setelah menuai teguran dari Majelis Hakim pekan sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam perkara dugaan korupsi kegiatan Gernas Kakao di Kabupaten Tolitoli Tahun 2013, akhirnya menghadirkan 32 saksi. Meskipun yang diperintahkan oleh majelis sebanyak 50 saksi. Sebelumnya JPU menuai teguran Hakim karena hanya menghadirkan dua saksi saja.

Dengan hadirnya 32 saksi itu, sehingga total saksi yang telah dihadirkan oleh JPU 34 saksi. “Sedianya ini lebih banyak dari kemarin, “ ungkap Hakim Ketua, I Made Sukanada, yang memeriksa dan mengadili perkara tersebut, saat ditemui setelah Menskors sidang tersebut untuk rehat sejenak.

- Periklanan -

32 saksi itu diperiksa seharian, dari pagi hingga sore hari. 32 saksi yang hadir itu, sedianya sudah menjadi upaya tim JPU guna melaksanakan perintah majelis hakim. Yang mana perintah dari majelis hakim tersebut, dimaksudkan untuk mempercepat jalannya proses sidang. Apalagi diketahui sebagaimana pengakuan tim JPU, bahwa jumlah saksi dalam perkara itu lebih dari 100 orang. “Kita perintahkan saksi dihadirkan dengan jumlah demikian untuk kelancaran proses sidang,” sebut Made lagi

Karena jumlah saksi 32 orang, olehnya majelis menggunakan kursi tamu persidangan untuk tempat duduk para saksi. 32 saksi itu tetap menuai pertanyaan dari Hakim, JPU, dan kuasa hukum terdakwa. Dan 32 saksi itu, mereka yang masuk dalam tim atau panitia lelang, kemudian tim yang melakukan lebel bibit pada kegiatan Gernas Kakao, serta tim Teknis pelaksana kegiatan.

Sidang perkara ini kembali akan dilanjutkan dengan agenda yang sama, yakni pemeriksaan saksi. Pasalnya masih banyak saksi yang masih harus dihadirkan JPU dalam perkara itu. Dari 50 saksi yang diperintahkan untuk dihadirkan, masih tersisa 16 saksi lagi yang belum hadir.

Selain mantan Kadis Perkebunan Mansyur, perkara ini juga menjerat tiga terdakwa lagi yakni Eko Juliantoro, Cony J Contiadago, dan Syamsul Alam. Keempat terdakwa, didakwa merugikan keuangan negara sebesar Rp6,6 miliar, karena dugaan mengkorupsikan  dana pembibitan sambung samping kakao Dinas Perkebunan Tolitoli sebanyak 4,5 juta sambungan tahun 2013.(cdy)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.