Penyebab Kematian Perwira Brimob Menunggu Hasil Investigasi

- Periklanan -

Masih Ragu Pastikan Ipda Zasmi Bunuh Diri

Kapolda Sulteng, Rudy Sufahriadi (kanan) memberikan keterangan pers di Mapolda Sulteng, Selasa (4/4). (Foto: Agung Sumandjaya)

PALU – Pihak kepolisian belum berani memastikan tewasnya Ipda Zasmi Dias akibat bunuh diri menggunakan pistol miliknya sendiri.

Penyelidikan internal dari Propam Mabes Polri maupun Propam Polda Sulteng serta Korps Brimob Polri, masih akan lebih dulu dilakukan sebelum menyimpulkan kejadian ini murni bunuh diri ataukah ada penyebab lain.

Tim investigasi penyebab kematian Zasmi Dias, yang ditemukan tewas akibat tertembak pistol jenis Glock 17 itu, masih terus mencari bukti-bukti di lapangan maupun keterangan sejumlah saksi. Namun, Kapolda Sulteng, Brigjen Pol Rudy Sufahriadi memastikan, tidak ada satupun rekan korban maupun saksi yang melihat langsung Komandan Peleton dari Resimen Brimob Polri itu bunuh diri dengan pistol. “Memang kejadiannya terbuka di kamar mandi dekat Masjid SPN Labuan Panimba, tapi kami tanya satu persatu rekannya tidak ada yang lihat langsung almarhum menembakkan pistol itu ke dirinya sendiri,” jelas Kapolda, saat memberikan keterangan persnya Selasa (4/4) kemarin.

- Periklanan -

Selama enam bulan bertugas dalam Operasi Tinombala di wilayah Poso Pesisir Utara, Zasmi tidak pernah bermasalah. Oleh anak buah, rekan-rekan dan komandannya, pria asal Bandung ini, dikenal sebagai pribadi yang disiplin. “Menurut keterangan saya dengar langsung dari rekannya, bahwa dia ini yang paling dewasa dalam mengambil keputusan, begitu juga menyelesaikan masalah di pasukan,” ungkap Rudy.

Jika nanti benar Zasmi Dias, bunuh diri dalam tugas Operasi pengejaran kelompok Santoso, maka ini menjadi kasus yang kedua. Disinggung terkait pemeriksaan psikologi pasukan yang dilibatkan di dalam tugas operasi ini, Kapolda menyebutkan, bahwa hal tersebut telah dilakukan sebelum pasukan berangkat ke medan tugas. “Di kesatuan masing-masing psikologi mereka diperiksa dahulu. Memang kalau pemeriksaan psikologi di daerah operasi, tidak ada waktu,” tuturnya.

Namun lanjut Rudy, pihaknya masih akan menunggu hasil penyelidikan bersama pihak Propam, untuk menentukan langkah-langkah apa yang akan diambil oleh dirinya sebagai Penanggungjawab Operasi Tinombala. Salah satunya meminta psikolog dari Mabes Polri untuk memeriksa seluruh pasukan. “Tapi selama ini, ada yang bertugas lebih dari enam bulan, tidak ada masalah. Seluruh pasukan juga sering saya cek, nyaman-nyaman saja karena peralatan maupun logistiknya kita siapkan semuanya,” kata Kapolda.

Lebih jauh disampaikan Kapolda, tidak hanya mengambil keterangan saksi-saksi di TKP maupun para rekan-rekan korban, tim investigasi juga akan memeriksa handphone milik korban, yang berisi sms maupun file-file, serta rekaman pembicaraan pertelepon semasa korban hidup. Jenazah Zasmi Dias diberangkatkan ke Jakarta menggunakan pesawat Lion bersama dengan 200an pasukan dari Resimen Brimob Polri sekitar pukul 02.30 wita kemarin.

Pemakaman sendiri dilakukan sore kemarin di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Nagrok, Pasirjati, Ujungberung, Kota Bandung, Jawa Barat. Dia sebelumnya disemayamkan di rumah duka di Jalan Ice Skaiting, Arcamanik. Prosesi pemakaman dilakukan dengan upacara secara militer yang dipimpin langsung komandan pasukan pelopor (Danpas Pelopor) Korps Brimob Polri, Brigjen Abdul Rakhman Baso. Pasukan Brimob berpakaian dinas hitam topi biru dongker berbaris rapi di sekitar makam Diaz.

Meski Polda Sulteng, nampak berhati-hati memberikan keterangan soal penyebab kematian Ipda Zasmi, namun komandan langsung dari almarhum, telah memastikan jika yang bersangkutan tewas bunuh diri. Usai pemakaman Zasmi, Komandan Pasukan Pelopor (Danpaspol) Korps Brimob Mabes Polri, Brigjen Pol Abdul Rakhman Baso, menjelaskan kepada sejumlah wartawan di Bandung, jika korban tewas bunuh diri dengan menembakan senjata api miliknya ke arah rahangnya sendiri. Meski korban tewas bunuh diri, Baso belum bersedia menyebutkan motif Diaz melakukan perbuatan nekat tersebut. (agg)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.