BERITA PILIHANDAERAHNASIONALPALU KOTAPENDIDIKANSENI BUDAYASULAWESISULTENG

300 Siswa Baru di MAN 2 Palu Dipungut Biaya Mobiler Rp 1 Juta

ILUSTRASI. (RICARDO/JPNN)
Dilihat

PALU – Pungutan siswa baru di Madrasah Aliyah Negeri 2 (MAN 2) Kota Palu sebesar Rp 1 juta per siswa baru dikeluhkan sejumlah orang tua siswa baru.

Pungutan tersebut dinilai sangat memberatkan orang tua siswa baru yang baru saja dinyatakan lulus di MAN 2 Palu. Bagaimana tidak, kondisi ekonomi saat ini yang benar-benar terpuruk sejak dari diterpa bencana gempa bumi, tsunami dan likuefaksi 28 September 2018 silam disusul dengan bencana non alam pandemi Covid-19, kemudian orang tua siswa diwajibkan membayar uang mobiler sekolah sebesar Rp 1 juta per siswa baru.

Salah seorang siswa baru kepada Radar Sulteng mengungkapkan, pungutan sebesar Rp 1 juta kepada sebagian siswa baru tentu memberatkan dalam kondisi ekonomi seperti sekarang ini. Dari pihak sekolah menyampaikan bahwa saat ini bangunan kantor, kelas dan ruang pertemuan di MAN 2 adalah gedung baru yang baru rampung pembangunannya. Namun, karena tidak anggaran sekolah untuk membeli mobiler kelas dan ruangan lainnya, sehingga setiap siswa baru diwajibkan membayar Rp 1 juta per siswa baru. “Kalau bagi kami yang pendapatan pas-pasan begini berat sekali dengan dana wajib Rp 1 juta itu.

Bukannya ada dana BOS untuk membeli kelengkapan sekolah, kenapa harus dibebankan ke pihak orang tua murid untuk pengadaan mobiler sekolah,” tutur salah seorang orang tua murid yang minta tidak menulis namanya, Senin (27/6/2022).

Senada dengan itu orangtua murid lainnya mengatakan, sebenarnya pihaknya mau protes dengan kebijakan sekolah yang mewajibkan siswa barunya membayar Rp 1 juta untuk biaya pembelian mobiler. Karena menurutnya, sekolah negeri memiliki dana BOS dari pemerintah. Berbeda dengan sekolah swasta yang memang dibangun dengan dana mandiri, sehingga wajar jika ada biaya meja kursi bagi siswa barunya. “Saya terpaksa membayar walaupun harus dengan meminjam uang daripada nanti anak saya sekolah terbebani dan mungkin dipersulit saat proses belajar mengajar. Kalau mau jujur sebenarnya banyak orang tua murid yang ingin komplain, tapi karena takut ada apa-apa nanti anak-anaknya di sekolah. Jadi bagaimana pun terpaksa dibayar dengan cara mungkin berutang,” bebernya.

Terpisah Kepala Madrasah Aliyah Negeri 2 Kota Palu, H Muh. Syamsu Nursi S.Pd.I. MM dikonfirmasi Radar Sulteng via telepon, membenarkan pihaknya memberikan sumbangan wajib Rp 1 juta per siswa baru. Namun sumbangan wajib itu tidak dipaksakan harus bayar sekali, tapi bisa dengan cara angsur tanpa batas waktu yang tentukan. “Jadi tidak wajib dilunasi sekali. Karena ada juga yang memang membayar dua kali dan tidak ada batas waktu pembayaran,” ujarnya.

Syamsu Nursi mengatakan, pihaknya terpaksa mengambil kebijakan kepada siswa baru sumbangan wajib Rp 1 juta per siswa karena memang mobiler di sekolah yang baru rampung pembangunannya tidak ada. Dana untuk pembelian mobiler pun tidak tahu mau didapatkan darimana, sehingga diambilah kebijakan sumbangan wajid bagi siswa baru. “Sekolah ini kan baru selesai pembangunannya pasca gempa 2018 yang rusak berat, tapi tidak ada mobilernya. Sementara waktu pembelajaran tatap muka sudah dilaksanakan,” katanya.

Ditambahkannya, saat ini jumlah siswa baru di MAN 2 Palu ada sekitar 300 siswa dan bantuan wajib dari siswa baru itu nantinya diperuntukan untuk membeli mobiler, meja kursi, papan tulis dan kelengkapan lainnya untuk sekitar 30 kelas dan beberapa ruangan pendukung belajar mengajar siswa. “Jadi sekali lagi bantuan wajib siswa baru ini tidak ada paksaan untuk sekali dilunasi, tapi bisa diangsur,” pungkasnya.

Sementara Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Tengah, Dr. Kiflin Padjala yang dikonfirmasi via WhatsApp mengatakan, pihak Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag Sulteng tidak ada petunjuk terkait pungutan dimaksud. “Wassalm…ada baiknya langsung di konfirmasi ke madrasah bersangkutan.., dari bidang TDK ada petunjuk terkait pungutan dimaksud,” tulisnya melalui pesan WA. (ron)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.