30 Hektar Tambak Warga di Buol Gagal Panen

- Periklanan -

PASCABANJIR : Salah satu tambak yang gagal panen pascabanjir. Anak-anak gembira bermain di air banjir yang mulai surut di Kelurahan Kampung Bugis.

BUOL-Bencana banjir yang melanda Kabupaten Buol, Kamis (26/1) hingga Minggu (29/1) pekan lalu telah memporak-porandakan sejumlah fasilitas jalan, jembatan, lahan pertanian, pemukiman penduduk, ternak warga dan tambak di beberapa kecamatan dan desa. Banjir yang mencapai ketinggian 100 cm sampai 150 cm, merupakan banjir terparah kurun 10 tahun terakhir.

”Kalau di desa kami sebanyak 30 hektar tambak warga yang siap panen habis disapu banjir, ”ungkap Kades Negeri Lama Kecamatan Bokat, Ibrahim Manto, kepada Radar Sulteng, Selasa (31/1).

Dikatakannya, sebanyak 36 orang pemilik tambak yang mengalami kerugian akibat meluapnya air sungai dengan taksiran sekitar Rp 1,5 miliar, dan rumah penduduk yang terendam berjumlah 216 KK, termasuk tambak yang menjadi percontohan atau binaan Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulawesi Tengah. Jika dirinci setiap tambak berisi 3.000 smpai 25 ribu ekor dengan berbagai macam jenis benih, ikan nila, ikan bandeng, ikan mas, serta udang yang siap panen.

- Periklanan -

Menurut dia, harga udang mulai dari Rp 80ribu – Rp 100 ribu perkilogram semua tidak ada yang selamat. Demikian juga dengan jenis peliharaan lainnya. Meski demikian, saat ini warga yang mengalami musibah banjir air kiriman sudah pulang ke rumah-rumah untuk membersihkan sisa-sisa lumpur yang masuk dalam rumah karena kondisi air sudah surut, dan sebagian rumah masih terendam namun sudah tidak terlalu parah.

”Itulah kerugian yang kami alami. Yah namanya juga musibah, siapa yang menyangka hal itu terjadi, ” ujar Ibrahim, yang juga mengalami kerugian yang cukup besar di tambak miliknya.

Sementara itu, di Kelurahan Kampung Bugis Kecamatan Biau, air masih merendam pemukiman warga, dan satu SDN masih terendam, walau ketinggian air semakin menurun sekira 40 cm. Warga sudah menempati rumah mereka sambil membersihkan lumpur yang dibawa oleh air yang meluap dan hujan deras. Selain banjir, beberapa rumah penduduk di pesisir pantai juga terkana abrasi, diterjang gelombang pasang dengan arus air laut yang sangat kencang merusak sebagian rumah, seperti di Desa Bokat Kecamatan Bokat, demikian juga di Desa Lonu, Pokobo, Tayadun, belasan ternak sapi mati dibawa arus air selama tiga hari berturut-turutdi Tanah Pogogul.

”Kami minta kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) melalui dinas teknis agar segera membuat tanggul penahan air di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) agar kedepan musibah seperti ini tidak terulang lagi, ”tandas Sudiro, tokoh masyarakat Buol.(tam)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.