Sidang Dugaan Korupsi Lahan Bandara, Mantan Bupati Banggai Bersaksi di PN

- Periklanan -

Mantan Bupati Banggai, Sofyan Mile, ketika memberikan keterangan di dalam persidangan. (Foto: Mugni Supardi)

PALU –  Mantan Bupati Banggai Sofyan Mile, hadir sebagai saksi didalam sidang lanjutan perkara dugaan korupsi pembebasan lahan proyek alat navigasi Doppler VHF Omni-directional Range (DVOR) Bandara Syukuran Aminuddin Amir Luwuk, tahun 2013, yang digelar  di Pengadilan Negeri (PN) Klas 1A/PHI/Tipikor Palu, Kamis (23/3).

Sofyan dihadirkan sebagai saksi, karena proyek ini bermasalah, ketika dirinya masih diamanahkan memimpin masyarakat dan daerah Kabupaten Banggai. Yang terlibat dalam perkara ini, mantan bawahannya pula, yakni (Sekdakab) Banggai, Syahrial Labelo, Hasanudin Datu Adam dan terdakwa, Isnaeni L. Sidang yang dihadiri mantan orang nomor satu di Kabupaten Banggai ini, dipimpin oleh Dede Halim SH MH, selaku hakim ketua. Serta dua hakim anggota yang Darmansyah SH MH, serta Felix Da Lopez SH MH.

- Periklanan -

Sebagaimana fakta sidang, Hakim, JPU, hingga kuasa hukum begitu gencar menebarkan pertanyaan bagi saksi ini. Hanya banyak pertanyaan yang tidak lagi diingat oleh saksi. Tetapi untuk beberapa surat keputusannya yang dikeluarkannya. Sofyan tidak menyangkali kalau itu ditandatanganinya. “Surat Keputusan (SK) pembentukan panitia pengadaan tanah. Ia benar saya yang tanda tangani,” ungkap Sofyan.

Pembentukan tim atau panitian pengadaan tanah itu, sehubungan dengan rencana pembebasan lahan  yang akan dilakukan Pemerintah Kabupaten Banggai. Pembebasan lahan untuk proyek alat navigasi Doppler VHF Omni-directional Range (DVOR) Bandara, yang kini bermasalah. Lahan yang akan dibebaskan adalah milik Imbran Usman,  di Desa Bubung, Kecamatan Luuwuk. “Untuk pembebasan lahan itu, anggarannya bersumber dari APBD-P tahun 2013,” kata Sofyan.

Dan seingat Sofyan,  lahan yang dibebaskan itu sudah dibayarkan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Banggai kepada pemberi kuasanya. Namun ternyata masih bermasalah. “Ada laporan tanah sudah dibayar tapi sertivikat belum ada. Pada intinya selaku bupati saya terus mendorong tim pengadaan untuk menyelesaikan secepatnya masalah tersebut. Namun seperti apa perkembangannya, saya belum menerima laporannya sampai selesai menjabat bupati,” tandasnya.

Kata Sofyan, kondisi bandara saat tersebut saat ini sudah jauh berbeda dari sebelumnya, khususnya dari pelayanan penerbangan.  Sidang dugaan perkara korupsi yang mengakibatkan kerugian negara sebesar Rp900 juta lebih ini, akan dilanjutkan pekan mendatang masih dengan agenda pembuktian. (cdy)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.