Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

23 September, Fenomena Ekuinoks Sapa Kota Palu 

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

PALU – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Klas II Mutiara Palu mengimbau agar masyarakat dapat mewaspadai cuaca ekstrem pada 23 September mendatang, yang sering disebut dengan Ekuinoks. Kondisi itu disebabkan karena posisi matahari tepat di wilayah Sulawesi Tengah.

“Nanti bisa dicoba kita berdiri pasti tanpa adanya bayangan, karena posisi matahari tepat berada di atas kita,” kata Kepala Seksi Observasi dan Informasi BMKG Stasiun Meteorologi Klas II Mutiara Palu, Warjono, kepada Radar Sulteng belum lama ini.

Saat terjadi ekuinoks posisi matahari akan berada di garis khatulistiwa dan terjadi dua kali dalam setahun, yaitu pada Maret dan September. Kata Warjono, jika dihitung posisi Kota Palu berada di 0,9 derajat, sehingga pada hari ketiga setelah matahari berada tepat di garis 0 derajat, maka akan berada tepat di atas Kota Palu.

“Biasa panas banget. Tetapi kalau saat itu posisi cuaca cerah maka harus waspada. Jika musim peralihan seperti sekarang saya prediksikan akan cerah pada 23 september mendatang, tetapi kalau mendung tidak berasa panasnya,” jelas Warjono.

Dia mengungkapkan, ekuinoks juga bisa mempengaruhi cuaca di antara September menuju Oktober. Dari sejarah menyebutkan, pada 2005 tepatnya Oktober suhu ketika itu mencapai 39 derajat celcius.

“Catatan terakhir jarang terjadi di bulan September, justru di bulan Oktober. Itu berlangsung beberapa jam setelah puncaknya matahari sekitar pukul 12, suhu puncak dari ekuinoks terjadi pukul 1 atau 2 siang,” ujarnya.

Dia mengimbau agar masyarakat mewaspadai terjadinya dehidrasi dan kondisi fisik yang pasti terpengaruh secara langsung. “Terutama yang cewek-cewek harus pakai payung,” tutup Warjono bercanda. (cr2)

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.