23 Ekor Penyu Hijau Hendak Dijual ke Bali

- Periklanan -

DONGGALA – Penyu hijau yang hidup di laut tropis dan subtropis ini, telah dinyatakan sebagai hewan yang dilindungi. Hewan kelas reptilia yang berada di wilayah Luat Banggai Kepulauan, menjadi sasaran para oknum pelaku penjualan hewan dilindungi.

Seperti yang dilakukan oleh salah seorang nelayan asal Kecamatan Bulungi Selatan, Kabupaten Banggai Kepulauan, inisial RO, tanggal 3 Desember 2019, melakukan penangkapan hewan penyu sebanyak 23 ekor dalam keadaan hidup, dan rencananya akan dijual ke wilayah Pulau Bali.

Dalam tindak pidana konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistemnya, pelaku RO dikenakan pasal 40 ayat 2 Jo pasal 21 ayat 2 huruf a UU RI nomor 5 tahun 1990 tentang pidana KSDA.

Dimana tempat kejadian di perairan Desa Bone Puso Kecamatan Bulagi Kabupaten Banggai Kepulauan Provinsi Sulteng. Penyu sebanyak 23 ekor tersebut akan dijual dengan harga sesuai dengan ukuran besar hewan tersebut, mulai dari harga Rp 600 ribu bahkan bisa lebih.

“Rencananya kami akan lepas penyu yang masih hidup ini kembali ke laut, hari ini (10/12) yang akan disaksikan oleh pihak BKSDA Sulteng.

- Periklanan -

Sebelumnya ada 23 ekor penyu hidup, namun dalam perjalanan ke Mako sini, dua ekor mati, dan telah dibuatkan berita acaranya,” kata Direktur Ditpolair Polda Sulteng, Kombes Pol Indra Ratana, saat menggelar konferensi pers, Senin (9/12) kemarin.

Penyu-penyu ini dapatkan berdasarkan informasi warga, setelah itu dilakukan patroli oleh Ditpolair Luwuk, dan menemukan salah satu kapal nelayan yang juga milik RO ini sudah berisi penyu berukuran sedang dan besar.

“Penyu ini akan dikirim ke luar, memang banyak tempat pengirimannya, dan salah satunya dikirim ke pulau Bali,” kata Indra.

Sepanjang tahun 2019 ini, Dit Polair Polda Sulteng telah mengamankan sebanyak 35 ekor penyu, dan sudah dua kali digagalkan.

Khususnya di pihak kepolisian, terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar hewan dilindungi ini jangan dijadikan bahan santapan atau untuk dikonsumsi.

“Kita sampaikan kepada masyarakat bahwa hewan dilindungi ini, jangan sampai di konsumsi. Sebagian hewan itu di jual ke wilayah luar,” tambahnya. (who)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.