Begini Kondisi Terkini Bayi yang Dibuang Orangtuanya di Pengawu

- Periklanan -

Panti Asuhan Tempat Penitipan Dirahasiakan, Istri Bupati Sigi Ingin Adopsi

SEHAT: Inilah bayi malang yang dibuang orangtuanya dan ditemukan warga di Kelurahan Pengawu, beberapa waktu lalu. (Foto: Mugni Supardi)

Bayi malang yang ditemukan warga pada Rabu 22 Februari 2017 silam di Kelurahan Pengawu, Kecamatan Tatanga, Kota Palu, kini telah dalam perlindungan Dinas Sosial dan Tenaga Kerja (Dinsosnaker) Kota Palu. Kini, sang bayi dititip di panti asuhan khusus yang dirahasiakan.

Laporan: Sudirman, PALU


BAYI malang yang ditemukan dalam kardus oleh warga di Kelurahan Pengawu, Kecamatan Tatanga, Kota Palu, saat ini dalam kondisi yang baik dan sehat. Sang Bayi kini dibawah pengawasan Dinas Sosial dan Tenaga Kerja (Dinsosnaker) Kota Palu.

- Periklanan -

Bayi yang ditemukan pertama kali oleh Arwina dan Amelia Astuti di waktu subuh itu, kini banyak diincar orang tua yang siap mengadopsinya, termasuk istri Bupati Sigi Moh Irwan Lappata.

Hanya saja, pihak yang ingin mengadopsi harus memenuhi kriteria serta persyaratan sebagaimana ketentuan Peraturan Menteri Sosial Nomor: 110/HUK/2009, tentang Persyaratan Pengangkatan Anak. “Untuk mengadopsi anak itu, tidak sembarang harus memenuhi syarat sebagaimana ketentuan peraturan itu,” kata Sekretaris Dinsosnaker Kota Palu, Herlina SE MSi, yang mewakili Kepala Dinsosnaker Kota Palu, Drs Nursalam MM, saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (28/2) kemarin.

Kata Herlina, tindakan awal yang dilakukannya adalah memberikan keamanan dan perlindungan kepada bayi tersebut. Perlindungan itu, memerlukan waktu sekitar 3 bulan atau seratus hari. Meski tidak diatur dalam ketentuan, tetapi perlu dilakukan guna memperhatikan proses hukum yang sementara dilakukan oleh pihak kepolisian. “Proses adopsi itu baru bisa dilakukan setelah proses perlindungan darui Dinsos selesai. Karena kita menunggu proses hukum, yang kemungkinan melakukan pencarian terhadap orangtua bayi,” katanya.

Kata Herlina, uwntuk proses pemberian perlindungan ini, Dinsosnaker menitip bayi yang saat ditemukan memiliki berat badan sekitar 3,5 kg tersebut, di salah satu panti asuhan khusus yang dirahasiakan. “Panti khusus ini memang panti yang telah bekerjasama dengan kementerian, untuk menangani anak-anak yang ditelantarkan. Panti Khusus itu berada di Kota Palu,” sebutnya.

Mengapa harus dititip, Herlina mengaku, agar bayi tersebut aman, mengingat banyak pihak atau warga yang berencana ingin mengadopsinya. “Untuk yang mengadopsi banyak yang berencana. Dan kalau mau mengadopsi, datang mendaftar di Dinsosnaker. Istri Bupati Sigi juga berencana mau mengadopsi anak itu,” kata Herlina lagi

Dia juga mengaku, ada pihak lain yang siap menjadi donator, bahkan menyatakan siap membiayai seluruh proses akikah bayi malang itu. “Orang panti yang tahu nama donatur ini. Dan katanya, siap mengadopsi juga,” tutur Herlina.(*)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.