2017, Tiga Penderita HIV/Aids di Sulteng Meninggal

- Periklanan -

Ilustrasi (@equator.com)

PALU – Dari tahun ke tahun, Kota Palu terdata sebagai kota penyumbang terbesar penyakit HIV/AIDS. Berdasarkan data Komisi Penanggulangan AIDS Provinsi (KPAP) Sulteng, sejak 2002 hingga 2017 kasus AIDS sebanyak 258 orang, dan yang terinfeksi HIV sebanyak 610 orang. Sementara yang meninggal dunia sebanyak 94 orang.

Secara keseluruhan untuk tahun ini penderita HIV/AIDS di Sulteng mengalami peningkatan dari Januari hingga Mei. Data dari KPAP Sulteng untuk 2017 ini (Januari hingga Mei), penderita AIDS sudah mencapai 36 orang, sedangkan HIV 107 orang. Sementara yang meninggal dunia ada 3 orang.

Sejak 2012 jumlah penderita HIV/AIDS terus mengalami peningkatan. Pada 2016, jumlah AIDS 110 orang, HIV sebanyak 164 orang.

- Periklanan -

Pengelola Program HIV/AIDS Dinas Kesehatan Provinsi Sulteng, Farid Munandar mengatakan, kasus HIV/AIDS tidak pernah turun dari tahun ke tahun. Dari 13 kabupaten/kota di Sulteng, Kota Palu adalah penyumbang terbesar HIV/AIDS disusul dengan kabupaten/kota lainnya.

“Berdasarkan data 2002 hingga 2017 Kota Palu berada di urutan pertama, lalu disusul dengan Donggala, Morowali, Tolitoli, Parigi Mautong, Poso, Tojo Una-una, Banggai, Banggai Kepulauan, Buol, Sigi, Banggai Laut, dan terakhir Morowali Utara,” sebut Farid.

Mengantisipasi kenaikan HIV/AIDS secara terus menerus, pemerintah sendiri melalui Dinas Kesehatan Provinsi Sulteng punya beberapa program menurunkan angka kematian karena penyakit berbahaya itu. Selain melakukan sosialisasi secara terus menerus, beberapa layanan di rumah sakit dan Puskesmas juga dibuka. “Baik itu untuk konsultasi maupun berobat,” ujarnya.

Kasus yang terjadi di Sulteng, kebanyakan penderita baru akan berobat setelah muncul tanda-tanda atau gejala. “Adanya keterlambatan penanganan, bukan hanya karena ketidaktahuan, namun karena penderita malas atau takut untuk berobat,” jelasnya. (jcc)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.