Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

2016, Neraca Perdagangan Sulteng Surplus US$ 332,49 Juta

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Ilustrasi kegiatan ekspor. (@bmzIMAGES)

PALU-Sepanjang Bulan Desember 2016, total ekspor berbagai komoditi dari daerah ini nilainya mencapai  US$ 200,01 Juta. Sementara, total impornya pada bulan yang sama mencapai US$ 190,26 Juta.

“Ini artinya, pada Bulan Desember 2016 neraca perdagangan Sulteng mengalami surplus sebesar US$ 9,75 Juta,” jelas, Wahyu Yulianto, Kabid Statistik Distribusi BPS Sulteng, di kantornya, Rabu (1/2).

Sementara itu, sepanjang tahun 2016 (Januari-Desember), surplus dari neraca perdagangan Sulteng lebih besar lagi, mencapai US$ 332,49 Juta. Nilai ekspornya mencapai US$ 1.470,34 Juta. Sementara, nilai impornya hanya US$ 1.137,85 Juta.

Wahyu menjelaskan, pada Bulan Desember 2016 kontribusi terbesar terhadap ekspor berasal dari besi dan baja senilai US$ 101,64 juta atau 50,82 persen dari total nilai ekspor. Dan Tiongkok merupakan negara tujuan utama ekspor senilai US$ 101,91 juta atau 50,95 persen dari total nilai ekspor.

Demikian halnya periode Januari-Desember 2016, kelompok besi dan baja tetap mendominasi pangsa ekspor Sulteng, dengan Tingkok sebagai negara tujuan utama ekspor Sulteng. Menyusul Jepang dan Korea Selatan. Sementara itu, nilai impor Sulteng selama Januari-Desember 2016, mengalami peningkatan US$ 430,01 juta atau sebesar 60,75 persen menjadi US$ 1.137,85 juta dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Walau demikian, neraca perdagangan Sulteng tetap surplus.

Selama Desember 2016, impor Sulteng didominasi oleh kelompok komoditas mesin dan pesawat mekanik senilai US$ 1 36,99 juta (72,00 persen), disusul mesin/peralatan listrik senilai US$ 16,92 juta (8,89 persen). Serta bahan bakar mineral senilai US$ 16,91 juta (8,89 persen). Selama Januari-Desember 2016, komoditas yang mendominasi impor Sulteng yaitu mesin dan pesawat mekanik senilai US$ 592,98 juta (52,11 persen) dan mesin/peralatan listrik senilai US$ 304,32 juta (26,75 persen). komodoti impor tersebut berasal dari negara Tiongkok, jepang, Australia, Singapura dan Hongkong. (ars)

 

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.