Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

2016, Jumlah Usaha di Sulteng Tumbuh Signifikan

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Ilustrasi pekerja melakukan finishing lemari sebelum dijual ke pasaran. (Foto: dok)

PALU– Jumlah usaha di Sulteng ternyata mengalami pertumbuhan signifikan. Menurut Kepala Badan Pusat Statisti (BPS) Sulteng Faizal Anwar mengungkapkan berdasarkan hasil Sensus Ekonomi (SE) 2016 yang lalu, jumlah usaha di Sulteng mengalami pertumbuhan sangat signifikan dalam 10 tahun terakhir.

Hal itu diungkapkan Faizal Anwar dalam acara Lunch and Appreciation with BPS di Ballroom Hotel Santika Palu, Kamis (7/9) lalu. Menurut Faizal, periode 2006-2016, pertumbuhan usaha di Sulteng mencapai lebih dari 77 persen.

“Secara nasional pertumbuhan jumlah usaha dalam 10 tahun terakhir hanya sekitar 17 persen. Pertumbuhan usaha Sulteng 77 persen lebih itu merupakan yang tertinggi di Indonesia,” ungkap Faizal.

Tapi kata dia, data tersebut masih membutuhkan pendalaman, sehingga didapatkan data yang lebih rinci. Yakni seperti  hal yang terkait dengan kendala-kendala (dalam mengembangkan usaha, red) dan sektor-sektor mana saja  yang memiliki potensi besar serta data-data lainnya.

“Kalau ada pertanyaan, kendala apaa yang dihadapi? Sektor mana saja yang berpotensi? dan pertanyaan-pertanyaan lain, belum bisa kita jawab. Itu nanti bisa kita jawab setelah SE 2016 Lanjutan,” terangnya.

Acara Lunch and Appreciation with BPS dihadiri Asisten II Setdaprov Sulteng B. Elim Somba mewakili gubernur. Dalam kesempatan itu Elim mengajak semua pihak termasuk pelaku usaha, agar mendukung setiap kegiatan pendataan atau sensus yang dilakukan BPS. Juga termasuk kegiatan Sensus Ekonomi (SE) 2016 Lanjutan yang tengah berjalan selama ini.

“Dukungan dari pelaku usaha itu sangat penting, agar data didapatkan valid dan akurat,” sebutnya.

Data hasil sensus tersebut juga nantinya akan digunakan untuk perencanaan pembangunan  ke depan. Dengan data yang bagus dan akurat, pihaknya berharap perencanaan pembangunan menuju Sulteng yang maju, mandiri dan berdaya saing akan tercapai.

Sulteng saat ini masuk dalam lima besar daerah tujuan investasi. Hal ini menjadi peluang yang harus dimanfaatkan. Agar investasi masuk di daerah ini  dibutuhkan data yang akurat terkait dengan potensi yang dimiliki, yang nantinya akan disosialisasikan kepada calon investor.

“(atas nama Pemda) saya juga berterima kasih kepada BPS yang telah melakukan sensus ini,” kata Elim Somba.(ars)

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.