2000 Buruh di Perusahaan IMIP Mogok Kerja, Tuntut Kenaikan Gaji

- Periklanan -

SALING DORONG: Security di Perusahaan IMIP dan para pendemo saling dorong Senin (6/2). (Foto: Moh. Faisal)

MOROWALI – Kurang lebih 2.000 buruh yang bekerja dibeberapa Perusahaan besar yang berada di Kecamatan Bahodopi, Kabupaten Morowali terpaksa melakukan mogok kerja mulai awal Februari 2017 lalu. Hal tersebut dilakukan, dikarenakan perusahaan yang mereka tempati mencari nafkah yang dinaungi perusahaan Nikel yakni IMIP hingga saat ini belum menaikkan gaji mereka.

Dalam aksi mogok kerja tersebut, ribuan buruh itu mengisi waktunya dengan melakukan aksi demo. Mereka melakukan demo di Perusahaan yang mereka tempati, guna menuntut gaji pokok mereka harus dinaikkan. Sebab, dari hasil kesepakatan saat pertemuan antara buruh dan pihak Perusahaan pada 5 Januari hingga 29 Januari 2017 lalu pihak Perusahaan berjanji akan menaikkan gaji buruh diawal bukan Februari 2017.

Pantauan Radar Sulteng dilokasi demo tepatnya di Perusahaan bernama IMIP Senin (6/2) sekitar pukul 16.00 wita, terlihat ratusan para pendemo dari ribuan pendemo menduduki pintu gerbang Perusahaan IMIP yang berada di Pos 1 Desa Fatufia, Kecamatan Bahodopi, Kabupaten Morowali.

Disana, para pendemo yang dipimpin Jenderal Lapangan (Jenlap) Roy Bualo menyampaikan orasi mereka dihadapan pihak Perusahaan IMIP yang dilawan ketat anggota Kepolisian dan TNI bahwa jika gaji pokok mereka tidak segera naik sesuai kesepakatan. Mereka menegaskan, bahwa akan melaksanakan aksi demo yang lebih besar lagi.

- Periklanan -

“Janji pihak Perusahaan mulai tanggal 1 Februari, gaji pokok kami sebagai buruh akan naik. Tapi, sampai saat ini janji pihak Perusahaan tersebut tidak ada terealisasi. Jadi, jika tuntutan kami sebagai pekerja tidak segera ditindaklanjuti maka demo seperti ini akan terus berlanjut,”tegas salah seorang Kordinator Lapangan (Korlap) dari 13 Korlap bernama Candra, dilokasi berlangsungnya Demo Senin (6/2).

Selain menuntut gaji pokok mereka harus segara dinaikkan, ribuan pendemo yang terbagi didua titik yakni di Pos 1 dan 3 juga menuntut agar lebih meningkatkan Safety (keamanan) serta meningkatkan infrastruktur kesehatan guna melindungi para pekerja dari marabahaya yang besar kemungkinan akan menimpa mereka saat sedang bekerja.

“Setelah kami bersama sama menganalisa gaji selama bekerja di Perusahaan yang dinaungi IMIP ini, kami nilai bahwa tidak sesuai gaji pokok yang kami terima dengan pekerjaan yang kami lakukan di Perusahaan ini. Bahkan, untuk tunjangan rumah dari pihak Perusahaan tidak sepadan dengan harga sewa rumah yang kami tempati. Tunjangan rumah yang diberikan pihak Perusahaan hanya 200 ribu rupiah saja. Sementara sewa rumah yang kami tinggali, paling murah 500 ribu rupiah. Kan sangat jauh beda dan tidak masuk di akal,”ungkap Candra mewakili 13 Korlap dalam aksi demo tersebut.

Sementara itu, ribuan pekerja tersebut juga menyampaikan kekecewaan meraka terhadap pihak Perusahaan yang telah menyalai aturan. Bagaimana tidak, didepan aparat Kepolisian dan TNI para pendemo dengan ceplas ceplos mengatakan bahwa pada perayaan Imlek pihak Perusahaan yang berada dibawah naungan IMIP melakukan pesta miras didalam perusahaan. Padahal, didalam aturan poin D dalam membangun sebuah Perusahaan tidak dianjurkan atasan dan karyawannya melakukan pesta miras dalam perusahaan.

“Kami punya bukti kuat, untuk membuktikan bahwa pihak Perusahaan IMIP dan beberapa karyawannya melakukan pesta miras saat perayaan Imlek. Kan itu sudah melanggar, tata tertib dalam sebuah Perusahaan. Maka, kami minta kepada pihak Perusahaan agar baik dari HRD ataupun karyawan untuk segera di PHK. Jika itu tidak dipatuhi, aksi Demo yang mungkin lebih besar lagi akan terus berlanjut,”ucap Candra selaku salah satu Korlap dalam aksi tersebut.

Ribuan pendemo yang tergabung antara kaum pria dan wanita itu, menegaskan bahwa aksi demo terkait tuntutan bahwa gaji pokok mereka harus segera dinaikan akan berlanjut hingga 9 Februari 2017. Dalam aksi demo tersebut, ribuan pekerja tersebut mengecam bahwa bagi karyawan yang bekerja di Perusahaan yang dinaungi IMIP yang tidak ikut serta berpartisipasi dalam aksi demo dan mogok kerja tersebut. Maka, siap-siap angkat dari Kecamatan Bahodopi, Kabupaten Morowali.(fcb)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.