2.535 Lulusan SD Tak Bisa Lanjut SMP Negeri

- Periklanan -

Ilsutrasi (Foto: Jpnn)

PALU – Akibat penerapan sistem zonasi dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun 2017, sebanyak 2.535 siswa lulusan SD se-Kota Palu tahun 2017, dipastikan tidak dapat melanjutkan pendidikan ke SMP Negeri di bawah kendali Pemerintah Kota (Pemkot) Palu. Pasalnya, untuk tahun 2017, dari 23 SMP Negeri yang tersebar di Kota Palu, hanya mampu menerima 4.352 siswa.

“Lulusan SD tahun ini berjumlah 6.887 siswa. Sedangkan SMP Negeri di Kota Palu, hanya bisa menerima 4.352. Mau tidak mau, 2.535 siswa lainnya harus melanjutkan pendidikan ke SMP swasta atau Madrasah Tsanawiyah (MTs),” sebut Kepala Dinas Pendidikan Kota Palu, Ansyar Sutiadi, kemarin (7/7) di kantornya.

- Periklanan -

Untuk jumlah SD dan SMP, kata Ansyar, memang berbeda jauh. SD yang berada di Kota saat ini sebanyak 166 sekolah. Sementara untuk SMP Negeri yang di bawah kendali Pemkot tak lebih 23 sekolah. Sehingga tidak semua lulusan SD bisa diterima SMP Negeri. Apalagi dengan penerimaan sistem zonasi yang dalam sistem tersebut, jumlah siswa yang diterima sekolah sudah ditentukan kuotanya.

“Kita harap, orang tua juga tetap bersedia menyekolahkan anaknya di SMP swasta maupun Madrasah Tsanawiyah,” jelasnya.

Terkait ancaman orang tua yang tidak ingin menyekolahkan anaknya karena dampak dari penerapan sistem zonasi, Ansyar menanggapinya dengan ringan. Menurutnya, hal itu hanya merupakan luapan emosi orang tua dengan adanya sistem zonasi. Sesuatu yang baru kata Ansyar, memang akan menimbulkan pro kontra. Tapi tujuan dari sistem ini sesungguhnya baik.

“Kita mau atur sekolah ini. Untuk yang ancam tidak mau sekolahkan anaknya, saya kira itu hanya luapan emosi. Orang tua pasti tetap akan menyekolahkan anaknya,” pungkasnya. (saf)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.