18 Warbinpas Sulteng Terima Remisi Nyepi

- Periklanan -

PALU –  Warga Binaan (Warbin) Lapas maupun Rutan di Sulawesi Tengah, yang beragama hindu mendapat pengurangan masa hukuman atau remisi pada peringatan Hari Raya Nyepi tahun ini. Tercatat ada 18 orang Warbin yang menjalani hukuman di UPT Pemasyarakatan se Sulawesi Tengah, yang menerima remisi untuk Sabtu (17/3).

Ilustrasi (@sindonews.com)

Data yang dihimpun dari Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Sulawesi Tengah,  18 warbin yang memperoleh remisi khusus nyepi, saat ini sementara menjalani hukuman  di tujuh UPT Pemasyarakat yang ada di Sulawesi Tengah. “Ke delapan belas  Warbinpas (Warga Binaan Pemasyarakat) itu, hanya memperoleh remisi khusus nyepi sebahagian saja (RK I) ,” ungkap Kepala Divisi Pemasyarakatan Kanwil Kemenkumham Sulteng,  Abdul Hany kepada Radar Sulteg, kemarin.

Lanjut Abdul Hany, remisi khusus sebagian (RK I) adalah pengurangan masa tahanan selama 15 hari  sampai 1 bulan dan 1 bulan 15 hari.  Ke 18 Warbin itu,  empat orang dari Lembaga Pemasayarakat (Lapas) Ampana. Kesemuanya memperoleh RK 1 selama 1 bulan. Kemudian empat orang dari Lapas Klas II A Palu, tiga memperoleh RK 1 selama 1 bulan, sisanya memperoleh RK 1 selama 1 bulan 15 hari.

- Periklanan -

Lanjut Hany menguraikan, 10 Warbin lainnya yakni dari Rutan Donggala 3 orang, 1 orang mendapatkan RK 1 selama sebulan, dua orang memperoleh RK 1 selama 15 hari. Kemudian dari Cabang Rutan Kolonodale tercatat 3 orang dan kesemuanya memperoleh pengurangan masa hukuman selama 1 bulan. Selanjutnya dari Rutan Parigi, 2 orang, masing-masing memperoleh 15 hari dan 1 bulan. Dua lagi dari Rutan Poso dan Lapas Luwuk. “Yang dari Rutan Poso mendapatkan RK 1 selama 1 bulan. Kalau dari Lapas Luwuk memperoleh RK 1 selama 15 hari. Untuk Remisi Khusus (RK II) atau langsung bebas, diperingatan umat hindu ini tidak ada,” sebutnya.

Dijelaskan Hany, pemberian Remisi Khusus merupakan bentuk perhatian Pemerintah RI terhadap warga binaan baik narapidana maupun anak pidana. Remisi diberikan kepada warga binaan yang sudah memiliki putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap. Bukan kepada tahanan (termasuk bukan kepada terpidana mati dan seumur hidup). Untuk memperoleh remisi tersebut warbin harus telah memenuhi persyaratan sebagaimana yang diatur oleh ketentuan tentang remisi. “18 orang yang mendapat RK I ini, yang telah memenuhi persyaratan administratif dan substantif serta turut aktif mengikuti program pembinaan di Lapas,” tuturnya lagi.

Lebih jelas dia mengatakan, Remisi itu sendiri diberikan setelah memperhatikan kelakuan baik dari warga binaan selama menjalani masa pidana sampai batas waktu pengajuan remisi, jika tidak ada pelanggaran tata tertib (register F) maka warga binaan bersangkutan akan diajukan usulan remis.

Karena remisi adalah  hak warbin baik narapidana maupun anak pidana yang wajib diberikan oleh Pemerintah Republik Indonesia. Sebagaimana ketentuan Undang-Undang No. 12 Tahun 1995 tentang Pemasyarakatan, PP No. 32 Tahun 1999 tentang Syarat dan Tata Cara Pelaksanaan Hak Warga Binaan Pemasyarakatan, yang telah diubah menjadi PP Nomor 99 Tahun 2012 dan Keppres No. 174 Tahun 1999 tentang Remisi. (cdy)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.