Portal Berita Online koran Harian Umum Radar Sulteng. Berbasis di Palu, Sulawesi Tengah dan merupakan Jaringan Media Jawa Pos National Network (JPNN)

Jaksa Tetapkan Tersangka Korupsi di RS Moutong

PARIMO – Cabang Kejaksaan Negeri (Cabjari) Parigi di Moutong menetapkan tersangka korupsi gaji tenaga kesehatan di Rumah Sakit (RS) Pratama Moutong, Kamis (26/9).

Tersangkanya adalah Wirna Edwar Hanapi, selaku mantan bendahara pengeluaran di RS Pratama Moutong. Kasus tersebut sudah dilidik sejak 2018 silam hingga saat ini akhirnya masuk ke tahap penyelidikan.

“Sebelumnya memang belum di ekspos. Karena bisa saja yang bersangkutan menghilangkan barang bukti, tidak datang, itu yang kami antisipasi. Bukan kami menutupi,”ujar Kacabjari Moutong, Alkaf SH.

Secara garis besar diduga tersangka tidak membayarkan gaji sejumlah tenaga kesehatan, diantaranya honor, dokter PTT, termasuk direktur di RS tersebut.

Menurut Alkaf, peranan tersangka sangat aktif dalam proses pencairan gaji. Seluruh administrasi disiapkan di Moutong, para honor, dokter PTT, bertandatangan untuk persyaratan pencairan gaji. Setelah selesai yang bersangkutan mengurusnya di Dinas Kesehatan (Dinkes) Parimo.

Karena anggaran RS Pratama Moutong masih melekat di Dinkes. “Kenapa ada kesempatan yang bisa dilakukan oleh tersangka ?, karena ketika tersangka menerima dana itu dalam bentuk tunai dibawa ke Moutong. Itu kan bahaya,”ungkapnya.
Bahkan ada juga dana yang ditransfer ke rekening pribadi tersangka. “Begitu modus yang dilakukan. Jadi ada beberapa transfer, termasuk ke rekening suaminya,”jelasnya.

Adapun jumlah kerugian dalam kasus korupsi tersebut sebanyak Rp300 juta lebih. Jumlah tersebut berdasarkan perhitungan yang diterima pihak kejaksaan dari BPKP.

Sementara itu, terkait dengan pihak lain yang diduga ikut terlibat dalam kasus masih akan di lakukan pengembangan, pada saat proses persidangan. “Nanti ada perkembangan, berdasarkan fakta persidangan,”kata dia.

Terkait hal tersebut, Kajari Parimo, Agus Setiadi SH MH menegaskan jika ada pihak lain yang terlibat tetap akan ditindaklanjuti. “Yang jelas ketika ada, pasti kita akan tindaklanjuti, karena ketika sudah terang benderang di persidangan. Dan yakinlah teman-teman disini akan tetap profesional,”tegsnya. (Iwn)

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.