Nikah Massal, Pengantin Pria Tidak Bisa Sebutkan Nama Pasangan

- Periklanan -

SERIUS: Salah seorang warga Salena (kanan) dihadapan penghulu pada kegiatan nikah massal di Kantor Urusan Agama (KUA) Palu Barat, Kamis (9/2). (Foto:Mugni Supardi)

Kemeriahan Kegiatan nikah massal yang dilakukan oleh kantor KUA Palu Barat, berbagai aksi peserta yang mengundang gelak tawa masyarakat dan wali hakim

LAPORAN : Umi Ramlah


SIANG itu Kamis (9/2), suara gelak tawa terdengar dari Kantor Urusan Agama Kecamatan Palu barat. Tenda-tenda dipenuhi oleh orang-orang yang berpakaian rapi, berdiri sebuah pelaminan disamping kanan KUA.

Didepan masyarakat yang sedang duduk bersila terlihat 10 orang yang terdiri dari kepala KUA yang ada di Kota Palu dan imam. Dengan dipandu oleh MC satu persatu dipanggil untuk duduk berhadapan dengan kepala KUA dan Imam.

masyarakat yang mengikuti kegiatan nikah massal di KUA Palu Barat merupakan warga salena. Hampir 90 persen yang mengikuti kegiatan itu merupakan masyarakat yang sudah lanjut usia dan memiliki anak.

Dengan menyerahkan map berwarna cokelat yang berisi buku nikah, kartu keluarga, akta lahir, dan perlengkapan pernikahan kepada wali hakim yang akan menikahkan maka acara pernikahan pada hari itu dimulai. Saat itu susana hitmat menjadi riuh dengan gelak tawa seluruh tamu undangan.

Hampir semua pria saat melakukan akad nikah tidak mengetahui dan lupa nama pasangannya sendiri. Sampai diulang beberapa kali saat melakukan ijab kabul, bukan hanya lupa nama pasangan tetapi salah penyebutan mahal perkawinan, tidak bisa tanda tangan, susah bersyahadat.

- Periklanan -

Nama peserta nikah massal sangat unik, salah satu pasangan ada yang bernama Maradona bin Sau seperti nama salah satu pemain bola, tidak kalah unik nama istrinya yaitu Nawati binti Like.

Kepala KUA Palu Barat Hasyim Al-Idrus Sag MM mengatakan ada 67 pasang warga yang mengikuti nikah massal dengan pertimbangan sudah memenuhi syarat untuk diterbitkan buku nikah. “Usia termuda berumur 21 tahu dan yang tertua berusia 76 tahun, yang merupakan ketua adat kaili di salena,” ucapnya.

Dari jumlah 67 pasang peserta nikah massal satu diantaranya beragama kristiani, sebelum dilakukan nikah secara agama islam yang bersangkutan di mualafkan terlebih dahulu. “Karena syaratnya harus muslim dan alhamdulillah sudah muslim dan kami nikahkan hari ini,” ucapya.

warga yang ikut kegiatan nikah massal merupakan warga dari salena dan lekato. Rata-rata yang mengikuti kegiatan ini masyarakat yang sudah pernah menikah dengan cara menikah adat. “Mereka belum pernah melakukan pernikahan secara syariat islam, hanya melakukan secara adat,” sebutnya.

Sesuai dengan kepercayaan masyarakat salena jika seorang pria sudah mampu memotong kayu, mengangkat parang diperbolehkan menikah, tetapi dengan cara adat. “Untuk itu kami mendata dengan teman-teman pokambu dan wahana fisi mendata masyarakat yang sudah tinggal serumah tetapi belum memiliki buku nikah,” ucapnya.

Hasyim menjelaskan hampir semua yang mengikuti nikah massal lupa dan salah menyebutkan nama pasangannya. Hal itu disebabkan nama sehari-hari dan nama asli berbeda sehingga tidak heran banyak yang lupa nama istrinya. “Saat ijab kabul berlangsung semua tertawa, terlebih lagi mereka banyak yang tidak bisa bahasa indonesia dengan baik,” jelasnya.

Mahar disiapkan oleh pihak KUA dengan seperangkat alat solat dan al-quran, selain itu pihak KUA juga menyiapkan pelaminan yang dapat digunakan untuk berfoto dan elekton sebagi hiburan. “Kmai lakukan ini agar mereka merasa nyaman dan terhibur,” sebutnya.

Nantinya akan diadakan nikah massal kembali dengan jumlah yang lebih banyak yaitu 200 pasang yang terdiri dari beberapa kelurahan yang ada di palu barat. Terhitung ada 15 kelurahan yang ada di kecamatan ulujadi dan palu barat. “Dari gabungan kedua kecamatan tersebut ada sekitar 190 lebih pasang yang dibulatkan menjadi 200 pasang yang siap untuk dinikahkan kembali,” ungkapnya.

Program nikah massal terus dilakukan di setiap kecamatan yang ada di Kota Palu, dengan target sebelum bulan suci ramadan sudah terselesaikan. Walaupun kebanyakan yang mengikuti nikah massal belum mempunyai KTP. “Kami mempermudah dengan cukup membawa pas photo dan surat izin tinggal sudah bisa mendaftar nikah massal,” jelasnya. (**)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.