15 Hektar Kawasan Konservasi Rusak Akibat Tambang Dongi-Dongi

- Periklanan -

PALU – Kerusakan kawasan konservasi Taman Nasional Lore Lindu akibat aktivitas tambang emas ilegal di Dusun Dongi-dongi, Desa Sedoa Kecamatan Lore Utara Kabupaten Poso semakin meluas.

Kepala Balai Taman Nasional Lore Lindu (BTNLL) Ir. Jusman saat dikonfirmasi Radar Sulteng belum lama ini mengatakan, berdasarkan data pantauan tim Balai Taman Nasional Lore Lindu (BTNLL) kerusakan area di wilayah konservasi tersebut kini bertambah sekitar 15 hektar. “Di bulan November 2020 teman-teman menerbangkan drone di situ memantau. Ada kurang lebih 3,4 hektar yang memang rusak, berlubang-lubang,” ujarnya.

Jusman mengaku, pihaknya bersama aparat penegak hukum harus berhati-hati dalam mengambil langkah penindakan, meskipun masih banyak pelanggaran-pelanggaran yang terjadi di sana. Hal itu guna menghindari situasi yang gaduh harus mengambil langkah yang persuasive.
“Disini teman-teman dilatih menembak dan dipersenjatai. Kami punya senjata 17 pucuk tambah dua laras pendek. Tapi yang mau kita hadapi itukan saudara-saudara kita sendiri,” ucapnya.

Guna mendapatkan informasi lebih terkait perkembangan penaganan penertiban stambang ilegal di Dongi-dongi, Radar Sulteng, Rabu (8/6) kembali melakukan upaya konfirmasi pukul 12.05 wita. Dengan mengikuti prosedur yang ada di kantor BTNLL, mulai dari menyampaikan maksud dan tujuan, hingga mengisi buku tamu di meja security.
“Kabalai lagi ke Makassar. Sore baru tiba. Besok saja jam-jam 2 kita kesini lagi,” ujar Security.

- Periklanan -

Sesuai dengan jadwal yang diberikan Security, Radar Sulteng kembali ke kantor Balai Taman Nasional Lore Lindu di Jalan Moh Yamin (Jalur Dua) pukul 14.01 wita. Namun Kepala BTNLL, juga tidak berada di kantornya, karena sedang menjalankan tugas di luar kantor.
“Ada kelapangan beliau. Titip saja nomornya nanti dihubungi kembali. Saya sampaikan ke sekprinya dulu kalau ada dari Radar Sulteng mau konfirmasi,” ujar salah satu wanita yang ada di meja resepsionis.
Namun hingga pukul 20.00 wita, belum ada tanggapan dari pihak kantor Balai Taman Nasional Lore Lindu, seperti apa langkah penanganan tambang ilegal yang semakin.

Sebelumnya diberitakan Radar Sulteng pada November 2020 Kepala BTNLL, Jusman mengungkapkan Kepala BTNLL Ir. Jusman, sudah menyiapkan strategi untuk menutup lubang dari aktivitas tambang emas di Dongi-Dongi. Dengan metode menutup lubang dengan campuran semen agar para penambang terhambat melakukan aktivitas pertambangan. “Alat-alat kami sudah siap. Waktu penutupan lubang tambang masih akan berkoordinasi dengan pihak terkait,” terangnya.

Jusman mengatakan, permasalahan keberadaan aktivitas tambang emas ilegal di kawasan taman nasional adalah permasalahan yang multi dimensi. BTNLL yang memiliki kewenangan di kawasan tersebut tidak tinggal diam dengan adanya aktivitas tambang emas ilegal di wilayah taman nasional. Terutama bagaimana bisa dilakukan secara clean and clear.
“Untuk menertibkan aktivitas tambang emas Dongi-Dongi tentu tidak bisa hanya berharap dapat dilakukan dari BTNLL, perlu koordinasi semua pihak terkait,” kata Jusman.

Senator Dapil Sulteng Lukky Semen ke Menteri LHK Siti Nurbaya di Gedung Parlemen Senayan Jakarta, Senin 7 Juni 2021, menyerahkan hasil aspirasi reses dengan masyarakat Sulteng beberapa waktu lalu. Salah satu aspirasi yang disampaikan kepada Menteri LHK, adanya aktivitas penambangan ilegal di Kawasan Taman Nasional Lore Lindu yang berdampak kerusakan lingkungan. Serta keberadaan lahan hutan kritis agar menjadi perhatian untuk mendapat penanganan serius lewat program rehabilitasi hutan. (win/ron)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.