KM Sabuk Nusantara Siap Berlayar Kembali

- Periklanan -

DONGGALA – Kekuatan tsunami 28 September lalu tak hanya mampu menghancurkan ribuan rumah. Tsunami itu juga sampai menyeret satu unit kapal perintis sepanjang 60 meter ke daratan. Sudah 3 bulan lebih, kapal perintis yang berlabuh di Pelabuhan Wani Kabupaten Donggala itu berada diantara puing-puing reruntuhan bangunan pelabuhan dan rumah warga.

Sudah dua hari ini, pihak PT Pelni dan PT Samudra Rezeki Tecnindo melakukan upaya penurunan kapal dengan bobot 1.200 GT tersebut untuk kembali ke laut. Kapal perintis itu akan diturunkan dengan cara menggunakan air bag. Tak tanggung-tanggung, air bag yang digunakan sebanyak 14 buah. Hal itu diungkapkan Project Manager PT Samudra Rezeki Tecnindo, Ahmad Yani.

- Periklanan -

Dia mengatakan, sembari menunggu penyelesaian berkas administrasi izin peluncuran kapal, pihaknya terus bekerja agar kapal tersebit bisa turun kembali ke laut. Ahmad menargetkan jika hari ini tidak selesai, kemungkinan Selasa atau Rabu (9/1) upaya penurunan kapal bisa selesai. “Sebenarnya kalau kesulitan sih tidak ada. Tapi kita terus pantau perkembangannya,” jelas Ahmad.

Sementara itu Direktur Armada PT Pelni, Muhammad Tukul Harsono, menegaskan, proses penurunan kapal tersebut tidak bisa dilakukan sembarangan. Kata Harsono, ada mekanisme yang harus dilalui. Upaya penurunan kapal perintis itu harus melalui mekanisme tender di Kementerian Perhubungan. “Walaupun terdamparnya kapal ini diakibatkan kejadian luar biasa, kita tetap tidak boleh melanggar hukum. Ada proses yang harus dilalui,” katanya.

Harsono mengatakan, kedatangannya ke lokasi kejadian juga untuk memastikan apakah unsur teknisnya sudah benar dan tingkat risiko sudah diperhitungkan. Terkait perizinan kata Harsono hari ini sudah akan turun dari Kementerian Perhubungan. “Semoga proses peluncuran kapal ini berjalan dengan lancar. Kami juga berterima kasih kepada masyarakat sekitar yang sudah mengawasi dan menjaga kapal ini,” katanya. (Ujs)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.