Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Konsumen Menilai Kinerja Ekonomi Sulteng Naik

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Ilustrasi.

PALU – Indeks Tendensi Konsumen  (ITK), merupakan indikator perkembangan ekonomi  terkini yang dihasilkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) melalui  Survei  Tendensi  Konsumen  (STK).  ITK  adalah indeks  yang menggambarkan kondisi ekonomi konsumen pada triwulan berjalan dan perkiraan pada triwulan mendatang.

BPS Sulawesi Tengah merilis, ITK di Sulteng pada triwulan IV-2016 tercatat sebesar 103,06, lebih rendah dibanding ITK periode triwulan III-2016. Angka ITK ini menggambarkan bahwa masyarakat menilai kinerja ekonomi  pada  triwulan  IV-2016  mengalami  peningkatan  bila  dibandingkan  dengan  triwulan  sebelumnya.  Meski demikian, tingkat  optimisme konsumen pada  triwulan  IV-2016  tidak  setinggi  triwulan sebelumnya.

“Kondisi  ini  terutama disebabkan adanya beberapa momen  yang menyebabkan  konsumsi masyarakat  lebih  tinggi  di  triwulan  III-2016. Ini karena pengaruh dari hari raya Idul Fitri pada bulan Juli 2016 dan Idul Adha pada September 2016,” ungkap Sarmiati, selaku Kepala Bidang Statistik Sosial BPS Sulteng, Senin (6/2) lalu.

Lanjutnya, faktor  lain  yang  berpengaruh  terhadap melemahnya  ITK pada  triwulan  IV-2016,  yaitu  indeks  pengaruh inflasi  terhadap  total  pengeluaran  rumah  tangga  sebesar  97,09.  Angka  tersebut  lebih  rendah  dibandingkan dengan  nilai  pada  indeks  triwulan  sebelumnya  yang  sebesar  99,45.

Berbeda  dengan  kedua  komponen sebelumnya,  untuk  komponen  pendapatan  justru mengalami  peningkatan menjadi  104,97  di  triwulan  IV-2016  dari triwulan III-2016 yang sebesar 101,95. Jika  ditelusuri  lebih  jauh,  indeks  volume/ frekuensi  konsumsi  rumah  tangga  yang mengalami  penurunan  pada  triwulan  IV-2016 menjadi  sebesar  106,06  dari  116,97  pada triwulan III-2016. Disebabkan oleh turunnya indeks konsumsi  baik  kelompok  makanan  maupun bukan  makanan.

Indeks  konsumsi  makanan mengalami  penurunan  menjadi  112,20  pada triwulan  IV-2016  dari  triwulan  III-2016  yang sebesar  127,42.  Penurunan  pada  kelompok makanan didorong oleh penurunan  indeks semua kelompok makanan, baik bahan makanan maupun makanan jadi.  Sementara  itu,  hal  yang  sama  juga  terjadi  pada  indeks  konsumsi  non  makanan  dimana  mengalami penurunan menjadi  104,31  pada  triwulan  IV-2016  dari  113,99  pada  triwulan  III-2016.

“Penurunan  ini  terjadi  di semua indeks kelompok non makanan,” jelasnya.

Perkembangan indeks konsumsi makanan dan bukan makanan di Sulteng sejak triwulan I-2014 sampai dengan triwulan IV-2016 mengalami fluktuasi dengan kecenderungan mengalami peningkatan . Penurunan  yang  cukup  drastis  dari  kedua  komponen  ini  sempat  terjadi  pada  triwulan  I-2015 . Kemudian, kembali meningkat pada triwulan berikutnya. Pada kelompok makanan, indeks tertinggi terjadi  pada  triwulan  II-2016  dengan  nilai  sebesar  132,10.  Adapun  kelompok  bukan  makanan  nilai  indeks tertinggi terjadi pada triwulan III-2016 yaitu sebesar 113,99.

Perkiraan Indeks Tendensi Konsumen (ITK) Sulawesi Tengah pada triwulan I-2017 sebesar 110,14, lebih tinggi  dibanding  triwulan  IV-2016. “Ini  artinya bahwa kondisi  ekonomi  konsumen diperkirakan  akan meningkat  pada  triwulan  I-2017 , dengan  optimisme  yang  lebih  tinggi  dibandingkan  dengan  triwulan  IV-2016,” jelas Sarmiati.

Peningkatan  ITK  ini  dipicu  oleh  perkiraan  meningkatnya  indeks  pendapatan  rumah  tangga  menjadi  107,29. Selain  itu,  indeks  rencana pembelian barang  tanah  lama,  rekreasi, dan pesta/hajatan  juga meningkat menjadi  115,13. (ars)

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.