Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

1.300 ASN Baru Kabupaten Donggala Disumpah

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Bupati Donggala Kasman Lassa saat memimpin dan menandatangani dokumen pengucapan sumpah janji ASN, Rabu (12/7). (Foto: Uajng Suganda)

DONGGALA–Pengambilan sumpah janji Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Donggala akhirnya terlaksana dengan baik. Sebanyak 1.300 ASN diambil sumpahnya dan disaksikan langsung oleh Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Indonesia, Dr Ir Bima Haria Wibisana, Rabu (12/7) kemarin.

Selain kepala BKN, Deputi dan seluruh kepala BKN regional se Indonesia juga turut hadir bersama Pemerintah Provinsi Sulteng dan jajaran Pemkab Donggala. Ke 1.300 ASN tersebut terdiri dari beberapa golongan, yaitu golongan IV 113 orang, golongan III 624 orang, golongan II 527 orang, dan golongan I 36 orang.

Menurut Bupati Donggala, Drs Kasman Lassa SH, sebagaimana diketahui bersama, bahwa untuk melewati masa percobaan sebagai Calon Pegawai Negeri Sipili (CPNS) dan kemudian diangkat menjadi PNS secara penuh, maka setiap PNS wajib mengangkat sumpah menurut agama dan kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa. “Pengambilan sumpah ini juga berdasarkan dengan Undang-Undang (UU) Nomor 43 tahun 1999 tentang perubahan atas UU Nomor 8 tahun 1974 tentang Pokok-pokok Kepegawaian, serta Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 21 tahun 1975,” jelas Kasman.

Kasman memaparkan, pengambilan sumpah janji tersebut menjadi sebuah keharusan bagi setiap PNS untuk bersumpah setia dan taat kepada Pancasila dan UUD 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan pemerintah. Oleh karena itu wajib bagi PNS untuk senantiasa menjunjung tinggi kehormatan bangsa, negara dan martabat PNS. “Serta mengutamakan kepentingan negara dan masyarakat di atas kepentingan pribadi, seseorang atau golongan,” serunya.

Sebelumnya menurut Kepala BKD Donggala, Abdullah Lahinta SSos, jumlah ASN yang belum diambil sumpahnya sekitar 2.000 orang, namun baru bisa terakomodir sebanyak 1.300 orang saja. “Kita menyesuaikan dengan anggaran yang ada. Kalau anggarannya mencukupi, pasti lebih dari 1.300 orang yang ikut dalam pengambilan sumpah,” terang Abdullah.(ujs)

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.