12 Jam Kabur, Keluarga Serahkan si Buron

- Periklanan -

Petugas Rutan Palu menunjukkan jalan kabur tahanan yang berhasil meloncat di tembok Rutan. (Foto; Wahono)

PALU– Kurang lebih 12 jam menikmati udara segar di luar sana, tahanan Rutan Palu yang melarikan diri dengan cara melompat pagar Rutan, kini sudah ditemukan. Sekitar pukul 23.30 Wita pada Rabu malam (6/9), pihak keluarga menyerahkan Samuel Bin Rateng Pebang alias Muel kepada pihak Rutan.

Samuel dijemput petugas Rutan dan pihak kepolisian di rumah keluarganya di Jalan Basuki Rahmat, Lorong Kesadaran, Kecamatan Palu Selatan. Sekarang ini Samuel dititip di Lapas Palu Jalan Dewi Sartika. Samuel melarikan diri pada Rabu pagi, setelah mengikuti apel pagi bersama rekan-rekannya sesama tahanan. Dia melompat pagar tembok.

Yang bersangkutan merupakan tahanan titipan Kejari Palu yang terlibat kasus pencurian. Saat ini, dia sedang menjalani sidang di PN Palu.

Kepala Rutan Palu, Sopian, kepada koran ini mengatakan bahwa tahanan yang kabur dengan cara membongkar kawat dan melompat tembok ke arah tempat penjagaan yang saat itu tidak ada petugas jaga.

”Selesai apel pagi seluruh penghuni Rutan, saat itu Samuel menuju ke arah kamar mandi umum. Dia mencoba membongkar teralis tanpa pengetahuan petugas. Kemudian dia berhasil, lalu melintas di pos yang tidak terjaga,”jelas Kepala Rutan.

Setelah itu, dia langsung memanjat pintu yang berada di pos jaga. Lalu melompat pagar dengan keahlian yang dimilikinya. “Begitu kronologisnya,” jelas Sopian Kamis (7/9) kemarin di Kantor Rutan Palu di Jalan Bali.

- Periklanan -

Karutan Palu sangat menyadari bahwa masih banyak kelemahan di Rutan Palu, dengan melihat beberapa kasus tahanan maupun napi yang berhasil kabur. Apalagi dalam beberapa pekan terakhir, sudah dua kali kasus tahanan kabur.

Pengawasan terhadap tahanan titipan di Rutan memang perlu ditingkatkan. Termasuk saat mereka dibawa ikut sidang di PN Palu, jangan sampai lengah. ”Kasus ini penting jadi perhatian. Meski ada pengawasan kamera CCTV, akan tetapi pengawasan model ini sifatnya tidak menyeluruh,” kata Sopian.

Beruntung, tahanan kabur tidak sampai 24 jam sudah bisa ditemukan. Sekitar 12 jam kemudian, tahanan kabur diserahkan pihak keluarganya. Meski demikian, petugas Rutan dan beberapa personel kepolisian sudah melakukan pengejaran hingga di rumah kakaknya di Jalan Basuki Rahmat Lorong Kesadaran. ”Saat ini, Samuel kami titipkan di Lapas Palu, “ kata Sopian.

Sehari sebelum kabur, Samuel menjalani sidang tuntutan di PN Palu. Oleh Jaksa Penuntutut Umum (JPU) Kejari Palu, dia dituntut penjara 2 tahun dan 6 bulan penjara. “Yang melarikan diri itu, sudah menjalani sidang tuntutan di pengadilan,” kata Humas PN Palu, Lilik Sugihartono, kemarin.

Lilik sangat menyayangkan sikap Samuel yang sampai melarikan diri dengan cara memanjat tembok Rutan Palu. Apalagi Lilik adalah ketua majelis hakim yang memeriksa dan menyidangkan terdakwa Samuel. “Saya prihatin sekali,” ujar Lilik.

Upaya melarikan diri yang dilakukan Samuel maupun lima tahanan sebelumnya yang juga melarikan diri, tak ada gunanya. Karena mereka akan terus dicari. Dan yang lima orang melarikan diri beberapa pekan lalu, baru dua yang ditemukan. Tiga orang lagi masih dalam perburuan polisi.

“Sebaiknya menyerahkan diri saja. Pihak kepolisian dan kejaksaan, tetap akan mencari kalian. Proses hukum adalah jalan terbaik atas perbuatan yang mereka perbuat,” ujar Lilik. (who/cdy)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.