Portal Berita Online koran Harian Umum Radar Sulteng. Berbasis di Palu, Sulawesi Tengah dan merupakan Jaringan Media Jawa Pos National Network (JPNN)

1.594 Jiwa Mengungsi dari 3 Desa di Sigi

Bantuan Terus Berdatangan untuk Korban Banjir Bandang

SIGI – Kondisi desa Bangga, Kecamatan Dolo Selatan, Sigi, pasca diterjang banjir bandang pada Minggu (28/4), ibarat “desa mati” karena tidak ada aktivitas sebagaimana desa pada umumnya. Air sungai yang masih mengalir di pemukiman warga pada Senin (29/4), sudah dalam kondisi yang kering kemarin. Dari pantauan Radar Sulteng, beberapa warga berinisiatif memilih mengambil atap rumahnya untuk digunakan kembali membangun hunian sementara di perkebunan kelapa yang berjarak 200 meter dari pemukiman yang tertimbun lumpur. Ada juga yang terlihat berjaga-jaga di depan rumahnya sambil menunggu bantuan yang datang. Mobil-mobil pick up yang membawa bantuan saling sili berganti keluar masuk dari lokasi banjir ke desa Walatana. Adapula warga yang tinggal di tenda bantuan dari pihak swasta.
“Selebihnya ada yang mengungsi di rumah keluarganya di desa Walatana,” kata Camat Dolo Selatan, Jalil, saat ditemui di lokasi banjir bandang, Selasa (30/4).
Kata Jalil, titik pengungsiannya tidak merata karena tersebar seperti di dusun II ada 3 titik, dusun III sebagian. Dari data yang berhasil mereka kumpulkan ada 1.594 jiwa yang mengungsi dari tiga desa yaitu Bangga, Walatana dan Balongga. Sebanyak 346 KK di desa Bangga, 35 KK di Walatana dan 55 KK di desa Balongga.
Bantuan kemanusian untuk korban banjir bandang juga sudah mengalir dari berbagai penjuru, ada yang di distribusikan dari rumah Kepala Desa Walatana yang menjadi posko utama bantuan korban banjir bandang, sebagian juga ada yang langsung membawa bantuan ke lokasi pengungsian. Logistik kata Jalil, ada yang menumpuk di jembatan Bangga yang sudah tertutup air sungai. Kondisi itu tidak memungkinkan untuk dilalui apabila air sungainya deras. Adapula seutas tali yang disiapkan di sungai bangga untuk masyarakat yang ingin menyeberang.
“Yang banyak bantuan disini, sementara warga yang diseberang jembatan masih kurang,” lanjut Jalil.
Jalil mengungkapkan, melihat kondisi cuaca masih memungkinkan terjadi hujan dengan intensitas tinggi, sehingga dia meminta agar warganya tetap waspada.
“Saya kemarin sempat bincang-bincang dengan orang BMKG, perkiraan mereka sampai 2 Mei cuaca ekstrem. Sekarang kita susah prediksi karena setiap sore hujan terus disini,” sebutnya. (acm)

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.