1.200 Hektare Lahan untuk Tanaman Sawit

- Periklanan -

BUOL-Perusahaan PT. Mitra Cahaya Abadi Metalindo mengklaim belum beroperasi untuk melakukan aktivitas pengelolahan kayu di Dusun Kalaka Desa Kokobuka Kecamatan Tiloan Kabupaten Buol, Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng), seperti yang kini menjadi sorotan publik saat ini. 

Perusahaan ini diduga telah beroperasi, namun manajemennya selalu beralasan bila sedang mengurus izin bangunan industri, yang belum dikeluarkan oleh dinas teknis di Pemerintah Kabupaten (Pemkab). Alasan lain yang dikemukakan, perusahaan baru sebatas membangun perkantoran dan mes karyawan di lokasi, serta pemasangan mesin-mesin shawmill untuk pengolahan kayu setengah jadi.

Perusahaan ini sudah mengantongi surat rekomendasi dari Pemkab Buol melalui tim koordinasi penataan ruang daerah (TKPRD) Kabupaten Buol, dengan nomor surat rekomendasi : 038/130-TKPRD/XI/2019 yang ditandatangani Sekretaris Kabupaten (Sekkab) selaku Ketua TKPRD Drs. Mohammad Suprizal Yusuf, MM, pada tanggal 5 november 2019.

Kemudian, perusahaan ini telah mengantongi surat rekomdasi izin UPL yang dikeluarkan provinsi, tinggal menunggu izin bangunan industri yang dikeluarkan dinas teknis di Kabupaten Buol, setelah itu beroperasi. “Saat ini perusahaan kami belum beroperasi, karena izin yang dimohonkan ke dinas teknis belum keluar, ” ungkap Andi Jaya, selaku manager perusahaan PT. Mitra Cahaya Abadi Metalindo (PT. MCAM) kepada Radar Sulteng saat berada lokasi di Desa Kokobuka Kecamatan Tiloan, Jumat (14/2).

- Periklanan -

Mantan Kepala Dinas (Kadis) Kehutanan Kabupaten Buol ini mengatakan, adapun lokasi kayu di hutan belantara yang nantinya akan diolah untuk tahap pertama seluas kurang lebih 300 hektare dari 1.200 hektare yang direncanakan. Kawasan hutan seluas ini, tambah Andi, tidak lain hasil persetujuan antara Komisi Nasional Hak Azasi Manusia (Komnas HAM) dengan perusahaan kelapa sawit PT Hardaya Inti Plantation (PT. HIP) untuk diserahkan kepada Forum Tani di Kabupaten Buol, yang kala itu melakukan aksi demo menuntut perusahaan dan disepakati bersama termasuk Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulteng dan Pemkab) Buol, serta kelompok Forum Tani untuk ditanami kelapa sawit manjadi kebun rakyat. 

Dijelaskannya, atas penawaran Forum Tani untuk pemanfaatan kayu sehingga perusahaan tersebut dijadikan mitra kerja, agar kayu-kayu tidak rugi percuma ketika dilakukan penebangan secara besar-besaran, yang dialihfungsikan menjadi lahan tanaman kelapa sawit. Kawasan hutan tersebut sudah memiliki titik koordinat yang sudah ditetapkan TKPRD, sehingga perusahaan telah mengurus izin dari provinsi untuk pengambilan kayu di hutan, dan sekarang tinggal izin bangunan industri yang sementara diurus di kabupaten melalui dinas DLH.

“Kalau sudah keluar izin shawmill atau industry, kita sudah mulai kerja dan saat ini¬†masih menunggu permohonan untuk disetujui Pemkab, ” ujar Andi Jaya.

Sementara itu, Sudarmin Paliba selaku perwakilan kelompok Forum Tani mengatakan, kawasan HGU yang diselesaikan lewat kesepakatan bersama dengan Komnas Ham di Jakarta pada tahun 2015 silam, antara pihak yang bersengketa PT. HIP dan Forum Tani Buol, saat ini lokasinya seluas 1.200 hektarare telah menjadi hak Forum Tani yang akan dibuka menjadi lahan sawit untuk dibagikan kepada masyarakat, dan lahan tersebut sudah bersertifkat.

“Untuk mengelola lahan seribuan hektar ini, kita bermitra dengan perusahaan agar kayu di hutan itu mendatangkan keuntungan untuk memudahkan kegiatam¬† menanam sawit, ” demikian Sudarmin.(tam)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.